
INDONESIA DI TENGAH TEKANAN PASAR DAN PEREBUTAN NARASI
Kajian Transkrip “Untold Story” • Rupiah • IHSG • BRICS • Kedaulatan Ekonomi • Tata Kelola Berbasis Bukti
Disusun sebagai bahan kajian oleh PT Jasa Konsultan Keuangan | JKK
14 Juni 2026

Catatan Editorial dan Batas Penggunaan
| PENTING: Lampiran transkrip dipertahankan verbatim sesuai teks yang diberikan pengguna, termasuk salah dengar, salah eja, pengulangan, istilah asing, dan bagian yang terpotong. Isi transkrip adalah pernyataan narator video, bukan otomatis fakta yang disahkan oleh PT Jasa Konsultan Keuangan. |
Kajian ini membedakan empat lapisan: (1) teks asli narator, (2) data resmi yang dapat diverifikasi, (3) interpretasi atau hubungan sebab-akibat, dan (4) dugaan/prediksi yang belum terbukti.
Nama orang, lembaga, negara, dan perusahaan yang muncul dalam transkrip dipertahankan untuk keutuhan dokumentasi. Setiap tuduhan atau dugaan harus dibaca sebagai klaim narator sampai terdapat putusan, dokumen resmi, atau bukti independen yang memadai.
Dokumen ini bukan rekomendasi investasi, bukan pendapat hukum, bukan pembenaran ujaran kebencian, dan bukan ajakan melakukan tindakan politik. Fokus kajian adalah literasi data, tata kelola, komunikasi kebijakan, dan mitigasi risiko.
Ringkasan Eksekutif
Dua video yang ditranskripsikan membangun satu tesis utama: tekanan terhadap rupiah dan pasar saham Indonesia tidak hanya berasal dari kelemahan domestik atau gejolak global, tetapi diduga berkaitan dengan respons pihak luar terhadap diplomasi dan kebijakan kedaulatan Indonesia. Narator menghubungkan perubahan indeks, penilaian lembaga keuangan, arus modal, penguatan dolar Singapura, kerja sama pertahanan, BRICS, dan kunjungan diplomatik ke dalam satu pola.
Sebagian angka dasar yang disebut video memang sesuai dengan sumber resmi pada periodenya: pertumbuhan ekonomi triwulan I-2026 sebesar 5,61 persen, inflasi Mei 2026 sebesar 3,08 persen, rasio utang pemerintah sekitar 40,75 persen, keanggotaan penuh BRICS sejak 6 Januari 2025, penghapusan agregat 19 konstituen Indonesia pada tinjauan MSCI Mei 2026, serta IHSG yang berada di bawah 6.000 pada 3 Juni 2026.
Namun, kebenaran angka tidak otomatis membuktikan motif atau koordinasi. Kesimpulan bahwa penurunan pasar merupakan “serangan terkoordinasi”, bahwa dana hasil penjualan rupiah pasti berpindah ke Singapura, atau bahwa demonstrasi besar telah diagendakan memerlukan bukti tambahan berupa aliran transaksi, dokumen, komunikasi, metodologi kausal, dan konfirmasi independen.
Nilai praktis dari video terletak pada ajakannya memperbaiki faktor yang dapat dikendalikan: komunikasi pemerintah, koordinasi lintas kementerian, konsistensi kebijakan, kepastian hukum, transparansi lembaga, kualitas pasar modal, dan disiplin pengawasan program publik. Hal-hal tersebut tetap relevan, terlepas dari benar atau tidaknya dugaan geopolitik.
Dashboard Verifikasi Cepat
| Indikator/Klaim | Isi | Status | Catatan sumber |
| Pertumbuhan PDB Q1-2026 | 5,61% yoy | Terverifikasi | BPS, 5 Mei 2026 |
| Inflasi Mei 2026 | 3,08% yoy | Terverifikasi | BPS, 2 Juni 2026 |
| Cadangan devisa | US$146,2 miliar (April); US$144,9 miliar (Mei) | Terverifikasi dengan konteks | Bank Indonesia |
| Rasio utang pemerintah | 40,75%; sekitar Rp9.920,42 triliun | Terverifikasi | DJPPR Kemenkeu |
| Keanggotaan BRICS | Anggota penuh sejak 6 Januari 2025 | Terverifikasi | BRICS Brasil |
| Perubahan MSCI Mei 2026 | 6 penghapusan Standard + 13 Small Cap | Terverifikasi dengan rincian | MSCI |
| IHSG 3 Juni 2026 | 5.941,066; turun 4,11% | Terverifikasi | Bursa Efek Indonesia |
| Motif “serangan terkoordinasi” | Tidak dibuktikan oleh data angka saja | Belum terbukti | Memerlukan bukti kausal independen |

Infografis 1. Urutan data resmi yang relevan dengan narasi video.
1. Konsolidasi Narasi Kedua Video
1.1 Tiga lapisan masalah
- Lapisan internal mencakup komunikasi kebijakan yang tidak konsisten, koordinasi antarlembaga yang lemah, tata kelola program, transparansi, kepastian hukum, dan iklim usaha.
- Lapisan eksternal mencakup perang dagang, harga energi, arah suku bunga global, perubahan selera risiko investor, arus modal antarnegara, dan perubahan komposisi indeks.
- Lapisan dugaan serangan adalah interpretasi narator bahwa sejumlah peristiwa eksternal tersebut bukan sekadar proses pasar, melainkan tindakan yang diarahkan untuk menekan pilihan diplomasi Indonesia.
1.2 Struktur argumentasi video
- Narator memulai dari data fundamental yang dinilai masih cukup baik, lalu menunjukkan kontradiksi dengan pelemahan pasar. Kontradiksi tersebut dipakai sebagai titik awal untuk mencari penyebab nonfundamental.
- Perubahan indeks MSCI, perubahan rekomendasi atau outlook, penguatan dolar Singapura, dan momentum kunjungan diplomatik kemudian dirangkai sebagai pola. Secara metodologis, pola waktu dapat menjadi hipotesis awal, tetapi belum cukup untuk menetapkan sebab-akibat.
- Video menutup argumentasinya dengan seruan persatuan dan perbaikan tata kelola. Bagian ini dapat dipisahkan dari klaim konspiratif karena banyak rekomendasinya memang dapat diuji dan dilaksanakan secara institusional.
1.3 Perbedaan antara korelasi dan kausalitas
- Korelasi berarti dua kejadian bergerak atau terjadi berdekatan. Kausalitas berarti satu kejadian terbukti menyebabkan kejadian lain melalui mekanisme yang jelas. Kunjungan diplomatik yang berdekatan dengan penurunan indeks belum membuktikan bahwa kunjungan tersebut menjadi penyebab penurunan.
- Untuk membuktikan kausalitas pasar dibutuhkan antara lain data transaksi terperinci, perubahan posisi investor, perbandingan dengan pasar lain, kontrol terhadap faktor global, pengumuman resmi yang relevan, serta pengujian statistik atau event study yang transparan.
- Pernyataan mengenai motif politik pihak tertentu membutuhkan standar bukti lebih tinggi daripada sekadar grafik harga, karena menyangkut intensi, koordinasi, dan tindakan aktor tertentu.

Infografis 2. Klasifikasi pernyataan agar angka resmi tidak bercampur dengan dugaan motif.
2. Uji Klaim Utama dan Catatan Metodologis
| Klaim dalam narasi | Hasil telaah | Status |
| PDB Indonesia Q1-2026 tumbuh 5,61%. | Sesuai rilis BPS. Pertumbuhan konsumsi pemerintah 21,81% merupakan salah satu komponen dengan pertumbuhan tertinggi; hal ini tidak berarti PDB dapat dikurangi secara langsung dengan mengganti angka tersebut menjadi asumsi lain. | Terverifikasi |
| Inflasi Mei 2026 sebesar 3,08%. | Sesuai rilis BPS; inflasi bulanan 0,28% dan tahun kalender 1,35%. | Terverifikasi |
| Cadangan devisa US$146,2 miliar. | Benar untuk akhir April 2026. Bank Indonesia melaporkan posisi akhir Mei 2026 turun menjadi US$144,9 miliar. | Benar dengan pembaruan periode |
| Rasio utang 40,75% dan nilai utang mendekati Rp10.000 triliun. | Angka 40,75% dan sekitar Rp9.920,42 triliun tercantum pada dashboard DJPPR. Interpretasi risiko tetap harus melihat struktur mata uang, jatuh tempo, biaya bunga, basis investor, serta kemampuan fiskal. | Terverifikasi dengan konteks |
| Indonesia menjadi anggota penuh BRICS pada 6 Januari 2025. | Diumumkan secara resmi oleh Presidensi BRICS Brasil. Keanggotaan BRICS tidak dengan sendirinya membuktikan agenda dedolarisasi tertentu atau serangan balasan terhadap Indonesia. | Terverifikasi |
| MSCI mencoret 19 emiten Indonesia pada Mei 2026. | Dokumen MSCI mencatat 6 penghapusan dari Global Standard Index dan 13 penghapusan dari Global Small Cap Index. Satu saham, Sumber Alfaria Trijaya, berpindah dari Standard ke Small Cap. Dengan demikian angka 19 penghapusan agregat benar, tetapi konteks perpindahan klasifikasi perlu dijelaskan. | Terverifikasi dengan rincian |
| IHSG menembus di bawah 6.000 pada 3 Juni 2026. | Daily statistics BEI menunjukkan IHSG 5.941,066 pada 3 Juni 2026 dengan penurunan harian 4,11%. | Terverifikasi |
| Pelemahan rupiah membuktikan uang berpindah ke Singapura. | Pergerakan USD/IDR, USD/SGD, dan SGD/IDR dapat menunjukkan perubahan harga relatif, tetapi tidak mengidentifikasi tujuan seluruh dana. Dibutuhkan data aliran portofolio, perbankan, kustodian, dan neraca pembayaran. | Belum terbukti |
| Kunjungan Presiden ke Eropa menyebabkan kejatuhan IHSG dan rupiah. | Kedekatan waktu dapat diuji melalui event study, tetapi harus mengendalikan pengumuman indeks, suku bunga, geopolitik, data makro, posisi leverage, dan sentimen global. Grafik waktu saja tidak memadai. | Belum terbukti |
| Lembaga pemeringkat dan indeks berkoordinasi untuk menghukum Indonesia. | Perubahan indeks dan outlook dapat memiliki dampak mekanis maupun sentimen. Tuduhan koordinasi bermotif politik membutuhkan bukti komunikasi, instruksi, konflik kepentingan, atau pola kebijakan yang dapat diuji. | Belum terbukti |
| Demo besar untuk pemakzulan telah diagendakan. | Ini adalah prediksi atau tuduhan mengenai rencana pihak tertentu. Tanpa dokumen dan konfirmasi yang kredibel, klaim tidak boleh diperlakukan sebagai fakta. | Belum terbukti |
3. Analisis Berimbang: Apa yang Dapat Disimpulkan?
3.1 Fundamental makro dan harga pasar dapat bergerak berbeda
Data PDB, inflasi, devisa, dan utang menggambarkan kondisi agregat dengan jeda waktu dan cakupan tertentu. Harga saham serta nilai tukar bergerak secara forward-looking, sangat sensitif terhadap ekspektasi, likuiditas, risiko kebijakan, dan kebutuhan rebalancing.
Karena itu, fundamental yang masih positif tidak menjamin pasar tidak turun. Sebaliknya, penurunan pasar yang dalam juga tidak otomatis berarti ekonomi telah memasuki resesi.
3.2 Perubahan indeks memang dapat menghasilkan aliran pasif
Ketika saham dihapus atau diturunkan klasifikasinya dari indeks yang menjadi acuan dana pasif, pengelola dana yang mengikuti indeks perlu menyesuaikan portofolio. Dampaknya dapat besar ketika likuiditas terbatas atau perubahan terjadi serentak.
Akan tetapi, penerapan metodologi indeks tidak dengan sendirinya membuktikan permusuhan geopolitik. Evaluasi harus memeriksa aturan free float, aksesibilitas pasar, likuiditas, konsentrasi kepemilikan, dan transparansi.
3.3 Kelemahan tata kelola memperbesar premi risiko
Komunikasi yang berubah-ubah, proses hukum yang dipersepsikan tidak pasti, kurangnya transparansi, dan koordinasi kebijakan yang lemah dapat menaikkan premi risiko. Pihak luar tidak perlu menciptakan kelemahan tersebut; mereka cukup merespons atau memanfaatkannya.
Karena itu, strategi pertahanan terbaik adalah memperkecil celah: data yang konsisten, prosedur yang jelas, laporan berkala, pengawasan independen, dan penegakan hukum yang dapat diprediksi.
3.4 Politik luar negeri bebas aktif memerlukan kapasitas domestik
Diversifikasi mitra dagang, pertahanan, energi, dan pembayaran dapat meningkatkan daya tawar. Namun manfaatnya bergantung pada kemampuan negosiasi, transfer teknologi, pengelolaan risiko sanksi, kepastian kontrak, dan komunikasi kepada pasar.
Kedaulatan bukan hanya kebebasan memilih mitra, melainkan juga kemampuan membiayai pilihan, mengelola konsekuensi, dan menjaga kepercayaan publik.
4. Rekomendasi Tata Kelola dan Mitigasi Risiko

Infografis 3. Respons berbasis tata kelola yang tetap relevan pada berbagai skenario.
| Pihak | Tindakan prioritas |
| Pemerintah dan lembaga publik | Bangun pusat data indikator dengan definisi tunggal; tetapkan protokol komunikasi krisis; publikasikan asumsi, risiko, dan perubahan kebijakan; perkuat kepastian proses hukum; serta jelaskan mekanisme pengawasan lembaga investasi negara. |
| Bursa, regulator, dan emiten | Perbaiki transparansi free float, kepemilikan manfaat, likuiditas, transaksi afiliasi, dan keterbukaan informasi; lakukan dialog teknis dengan penyedia indeks; siapkan simulasi dampak rebalancing dan rencana peningkatan aksesibilitas pasar. |
| Program MBG dan belanja publik | Gunakan pemisahan fungsi pemesan-penerima-pembayar; verifikasi vendor; standar biaya per porsi; rekonsiliasi bahan baku, produksi, distribusi, dan penerima; bukti foto/geotag; audit trail; evidence pack; dashboard pengecualian; serta pemeriksaan manusia sebelum pembayaran. |
| Dunia usaha | Siapkan proyeksi kas 13 minggu, skenario kurs dan suku bunga, batas eksposur valuta asing, daftar kewajiban jatuh tempo, covenant monitoring, cadangan likuiditas, diversifikasi pemasok, dan dokumentasi transaksi yang dapat diaudit. |
| Media dan kreator konten | Pisahkan fakta, opini, hipotesis, dan prediksi; cantumkan periode data; hindari penyebutan motif sebagai fakta; koreksi angka ketika sumber resmi berubah; serta tidak menggunakan ketakutan sebagai pengganti pembuktian. |
| Masyarakat | Kritik kebijakan secara berbasis data, hindari tuduhan tanpa bukti, periksa sumber primer, dan tidak mengambil keputusan investasi atau tindakan politik hanya dari satu video atau satu grafik. |
5. Kerangka Implementasi untuk PT Jasa Konsultan Keuangan
Berdasarkan tema video, kontribusi profesional yang paling konkret bukan menetapkan siapa “dalang” pasar, melainkan membantu klien memperkuat ketahanan keuangan dan kualitas bukti. Kerangka berikut dapat diterapkan secara bertahap dengan persetujuan manusia pada seluruh keputusan final.
| 1. Intake & pemetaan risiko | Kumpulkan kontrak, laporan keuangan, utang, eksposur kurs, jadwal pembayaran, dan ketergantungan pemasok. |
| 2. Rekonsiliasi & kualitas data | Cocokkan bank, penjualan, pembelian, persediaan, pajak, dan kewajiban; tandai selisih serta dokumen hilang. |
| 3. Dashboard peringatan dini | Pantau kas, piutang, utang, margin, kurs, suku bunga, covenant, jatuh tempo, dan pengecualian transaksi. |
| 4. Evidence pack & audit trail | Susun dokumen sumber, daftar versi, persetujuan, bukti pembayaran, berita acara, dan log perubahan. |
| 5. Simulasi skenario | Uji dampak pelemahan rupiah, kenaikan bunga, penurunan omzet, keterlambatan penerimaan, dan perubahan harga bahan. |
| 6. Human approval | Proposal, keputusan pajak, kontrak, pembayaran, dan laporan final hanya diterbitkan setelah pemeriksaan profesional manusia. |
6. Pembaruan Editorial Penting: Membaca Tahun 2026 Secara Benar
| KOREKSI WAKTU: Tanggal penyusunan dokumen adalah 14 Juni 2026. Karena itu, peristiwa Januari-Juni 2026 bukan proyeksi masa depan. Angka dan kejadian pada periode tersebut harus diuji sebagai data aktual, bukan disebut “fiktif” hanya karena analisis sebelumnya masih memakai batas pengetahuan 2024. |
- Pertumbuhan ekonomi triwulan I-2026 sebesar 5,61 persen dan inflasi Mei 2026 sebesar 3,08 persen telah dipublikasikan BPS.
- Indonesia telah menjadi anggota penuh BRICS sejak 6 Januari 2025 menurut pengumuman resmi Presidensi BRICS Brasil.
- Posisi cadangan devisa akhir Mei 2026 sebesar US$144,9 miliar dan BI-Rate 5,50 persen pada 9 Juni 2026 telah diumumkan Bank Indonesia.
- Koreksi waktu tidak otomatis membenarkan seluruh narasi video. Data aktual tetap harus dipisahkan dari dugaan motif, koordinasi, dan hubungan sebab-akibat.
7. Diagnosis Analitis 4-Lapis dan 12 Dimensi
Kajian ini menggunakan empat lapis pemeriksaan: fakta, mekanisme, perilaku, dan tata kelola. Empat lapis tersebut diuraikan menjadi dua belas dimensi agar pembaca tidak terjebak pada pilihan sederhana antara “semua benar” dan “semua salah”.

Infografis 4. Dua belas dimensi diagnosis untuk membaca data dan narasi secara utuh.
| Dimensi | Pertanyaan pemeriksaan | Diagnosis terhadap narasi |
| 1. Fakta dan sumber | Pisahkan kutipan narator, angka resmi, berita, opini, dan prediksi. Setiap angka harus memiliki periode, definisi, satuan, serta sumber yang dapat dilacak. | Kekuatan utama video adalah penggunaan sejumlah angka aktual; kelemahannya muncul ketika angka tersebut dipakai untuk membuktikan motif yang tidak tercantum dalam sumber angka. |
| 2. Konteks dan pembanding | Angka tunggal tidak cukup. Pertumbuhan PDB harus dibaca bersama sumber pertumbuhan, kualitas pekerjaan, daya beli, investasi, produktivitas, dan keberlanjutan fiskal. | Pertumbuhan 5,61 persen merupakan fakta penting, tetapi tidak berarti semua sektor atau rumah tangga mengalami kondisi yang sama. |
| 3. Kausalitas | Kejadian yang berdekatan waktunya dapat berkorelasi tanpa hubungan sebab-akibat. | Kunjungan diplomatik yang berdekatan dengan penurunan pasar perlu diuji dengan event study, bukan langsung dinyatakan sebagai penyebab. |
| 4. Mekanisme pasar | Harga saham dan kurs dipengaruhi ekspektasi, likuiditas, leverage, rebalancing indeks, suku bunga, risiko global, dan kebijakan domestik. | Penghapusan saham dari indeks dapat memicu penjualan pasif. Namun mekanisme indeks tidak otomatis membuktikan niat politik. |
| 5. Fundamental makro | PDB, inflasi, cadangan devisa, neraca perdagangan, utang, penerimaan negara, dan kualitas investasi harus dibaca sebagai satu paket. | Makro yang positif dapat berjalan bersamaan dengan tekanan pasar karena pasar bersifat melihat ke depan. |
| 6. Geopolitik dan diplomasi | Politik luar negeri bebas aktif memungkinkan diversifikasi mitra. Konsekuensinya perlu dikelola melalui negosiasi, transfer teknologi, risiko sanksi, dan komunikasi pasar. | Diversifikasi mitra merupakan strategi rasional; dugaan bahwa strategi tersebut pasti memicu serangan membutuhkan bukti tambahan. |
| 7. Kepastian hukum | Persepsi atas proses hukum memengaruhi premi risiko. Prinsip praduga tidak bersalah dan due process wajib dijaga. | Nama atau perkara yang disebut video tidak boleh diperlakukan sebagai bukti kesalahan tanpa putusan dan dokumen hukum yang sah. |
| 8. Tata kelola | Kelemahan internal dapat meningkatkan biaya modal dan membuat narasi negatif lebih mudah dipercaya. | Transparansi, audit independen, laporan berkala, dan pembagian kewenangan lebih efektif daripada menyalahkan aktor eksternal tanpa bukti. |
| 9. Retorika | Bahasa seperti “info A1”, “sangat sensitif”, “elit global”, dan “kita versus mereka” meningkatkan daya tarik emosional. | Retorika dapat membantu komunikasi, tetapi tidak boleh menggantikan pembuktian. |
| 10. Psikologi massa | Ketidakpastian mendorong kebutuhan akan jawaban sederhana, pencarian pola, dan confirmation bias. | Penonton dapat merasa lebih yakin setelah memperoleh cerita yang rapi, meskipun hubungan kausalnya belum dibuktikan. |
| 11. Algoritma platform | Judul darurat, durasi panjang, konflik, dan emosi meningkatkan komentar, waktu tonton, serta penyebaran. | Viralitas adalah ukuran perhatian, bukan ukuran kebenaran. |
| 12. Ketahanan organisasi | Perusahaan memerlukan kas, skenario kurs, bukti transaksi, dashboard, SOP, dan persetujuan manusia. | Nilai praktis kajian adalah mengubah ketidakpastian menjadi kontrol yang dapat diterapkan dan diaudit. |
8. Peta Narasi, Teknik Persuasi, dan Risiko Salah Tafsir
Narasi video efektif karena menggabungkan data resmi, pengalaman pribadi, identitas nasional, ancaman eksternal, kritik internal, dan ajakan spiritual. Kombinasi ini membuat pesan terasa sekaligus rasional dan emosional.
| Teknik | Contoh fungsi | Risiko interpretasi |
| Pengakuan kelemahan | Mengakui masalah MBG, komunikasi, hukum, dan birokrasi. | Membangun kesan objektif sebelum menyampaikan dugaan yang lebih besar. |
| Otoritas pribadi | Klaim pengalaman sebagai penasihat dan rekam prediksi. | Mendorong audiens mempercayai pembicara sebelum memeriksa sumber. |
| Pengetahuan terlarang | “Sangat sensitif”, “mudah-mudahan tetap aman”. | Meningkatkan rasa eksklusif dan urgensi. |
| Angka presisi | Target kurs dan persentase tertentu. | Presisi angka memberi kesan ilmiah, meskipun metode belum dijelaskan. |
| Paralel sejarah | Soeharto 1998 disandingkan dengan Prabowo 2026. | Sejarah memberi bobot emosional, tetapi konteks kedua era berbeda. |
| Musuh tunggal | Berbagai lembaga dan negara disatukan sebagai “elit global”. | Menyederhanakan jaringan kepentingan yang sebenarnya kompleks. |
| Penyerahan keputusan | “Anda yang menentukan verdict”. | Memberi kesan netral sambil mengarahkan pilihan melalui struktur cerita. |
| Seruan persatuan | Doa, Merah Putih, Pancasila, dan kedaulatan. | Dapat memperkuat solidaritas, tetapi kritik sah tidak boleh disamakan dengan pengkhianatan. |
9. Tangga Pembuktian dan Standar Verifikasi

Infografis 5. Standar bukti harus meningkat sejalan dengan keseriusan kesimpulan.
- Tingkat 1-2 dapat membuktikan bahwa pernyataan dan angka memang ada.
- Tingkat 3-5 diperlukan untuk menguji apakah dua kejadian memiliki hubungan sebab-akibat.
- Tingkat 6 diperlukan untuk menyatakan motif, koordinasi, atau agenda rahasia aktor tertentu.
- Tanpa bukti pada tingkat yang sesuai, bahasa yang digunakan seharusnya “dugaan”, “hipotesis”, atau “belum terbukti”, bukan “fakta”.
10. Verifikasi Isu Kunci dan Koreksi Informasi
| Isu | Status | Penjelasan resmi dan batas kesimpulan |
| PDB 5,61% | Terverifikasi | BPS menyatakan ekonomi Indonesia triwulan I-2026 tumbuh 5,61 persen secara tahunan. Konsumsi pemerintah tumbuh 21,81 persen, tetapi angka komponen tidak boleh dikurangkan secara langsung untuk “mengoreksi” PDB. |
| Inflasi 3,08% | Terverifikasi | BPS mencatat inflasi Mei 2026 sebesar 3,08 persen secara tahunan, 0,28 persen bulanan, dan 1,35 persen tahun berjalan. |
| Cadangan devisa US$146,2 miliar | Benar untuk April | Bank Indonesia mencatat US$146,2 miliar pada akhir April dan US$144,9 miliar pada akhir Mei 2026. |
| Indonesia anggota penuh BRICS | Terverifikasi | Presidensi BRICS Brasil mengumumkan keanggotaan penuh Indonesia pada 6 Januari 2025. |
| FDI AS di Singapura US$467,6 miliar | Terverifikasi dengan konteks | BEA mencatat posisi investasi langsung AS di Singapura pada akhir 2024 sebesar US$467,6 miliar. Besarnya angka menjelaskan fungsi hub, tetapi tidak membuktikan Singapura dipakai untuk menyerang Indonesia. |
| The Economist dimiliki Rockefeller | Tidak didukung | The Economist Group menjelaskan Exor memiliki 43,4 persen modal saham dan kepentingan Rothschild terkait mengendalikan 26,7 persen. Struktur trust menjaga independensi tertentu; klaim kepemilikan Rockefeller tidak didukung sumber perusahaan. |
| MSCI, bank investasi, dan lembaga pemeringkat berkoordinasi | Belum terbukti | Kesamaan arah penilaian dapat muncul karena mereka merespons data dan risiko yang sama. Koordinasi politik memerlukan bukti komunikasi atau instruksi. |
| Dana penjualan rupiah pasti masuk Singapura | Belum terbukti | Pergerakan silang kurs menunjukkan harga relatif, bukan jalur seluruh transaksi. Diperlukan data kustodian, perbankan, portofolio, dan neraca pembayaran. |
| Demo besar telah diagendakan | Belum terbukti | Prediksi atau tuduhan mengenai agenda politik tidak boleh diperlakukan sebagai fakta tanpa dokumen dan konfirmasi kredibel. |
11. Analisis Ekonomi: Mengapa Fundamental dan Pasar Dapat Berbeda?
| Indikator | Apa yang diukur | Apa yang tidak boleh disimpulkan secara otomatis |
| PDB | Mengukur produksi dan pengeluaran pada periode yang telah berlalu. | Tidak langsung menangkap ketakutan pasar atas kebijakan enam bulan mendatang. |
| Inflasi | Mengukur perubahan harga konsumen. | Inflasi terkendali tidak menjamin kurs stabil jika arus modal keluar. |
| Cadangan devisa | Menunjukkan bantalan eksternal dan kemampuan intervensi. | Intervensi dapat mengurangi cadangan dan tidak menghapus sumber tekanan. |
| Utang pemerintah | Rasio terhadap PDB penting untuk kapasitas fiskal. | Risiko juga bergantung pada bunga, jatuh tempo, mata uang, dan penerimaan. |
| IHSG | Mencerminkan ekspektasi laba, likuiditas, dan premi risiko. | Dapat turun jauh sebelum data ekonomi resmi memburuk. |
| Kurs rupiah | Dipengaruhi perdagangan, modal, lindung nilai, dan kebijakan moneter. | DXY yang datar tidak berarti faktor global berhenti bekerja terhadap mata uang negara berkembang. |
Diagnosis: perbedaan antara data makro yang masih positif dan harga pasar yang turun bukan anomali mustahil. Pasar memproses ekspektasi, risiko, dan kebutuhan likuiditas secara lebih cepat daripada statistik resmi. Pertanyaan yang tepat bukan hanya “siapa yang menyerang”, melainkan “risiko apa yang sedang dihargai pasar, melalui mekanisme apa, dan kelemahan mana yang dapat segera diperbaiki”.
12. Analisis Geopolitik: Kedaulatan Tanpa Penyederhanaan
| Tema | Peluang kedaulatan | Risiko yang harus dikelola |
| Bebas aktif | Indonesia dapat bekerja sama dengan AS, Eropa, Rusia, Tiongkok, BRICS, dan mitra lain berdasarkan kepentingan nasional. | Membutuhkan konsistensi kontrak, kemampuan pembiayaan, dan komunikasi agar pasar memahami arah kebijakan. |
| Diversifikasi pertahanan | Pilihan pemasok dapat memperluas transfer teknologi dan mengurangi ketergantungan. | Harus memperhitungkan interoperabilitas, biaya pemeliharaan, sanksi, dan kesiapan industri domestik. |
| Energi | Pembelian dari sumber yang lebih murah dapat memperbaiki biaya. | Harus menguji kualitas, logistik, pembayaran, kepatuhan sanksi, dan keamanan pasokan. |
| BRICS dan mata uang lokal | Memperluas forum kerja sama dan opsi pembayaran. | Tidak identik dengan penghapusan dolar secara cepat atau tindakan permusuhan terhadap pihak lain. |
| Singapura sebagai hub | Stabilitas, likuiditas, dan struktur perusahaan menjadikannya pusat keuangan regional. | Fungsi hub dapat menimbulkan aliran keluar dari Indonesia, tetapi tidak membuktikan agenda negara untuk merusak Indonesia. |
13. Skenario 4-Lapis dan Respons yang Proporsional

Infografis 6. Skenario digunakan untuk kesiapan, bukan sebagai ramalan pasti.
| Skenario | Ciri utama | Respons prioritas |
| Tekanan mereda | Kurs dan indeks stabil, komunikasi membaik. | Jangan lengah; perkuat kualitas data, pasar, dan hukum. |
| Volatilitas berlanjut | Pergerakan tajam tetapi fungsi pasar dan perbankan tetap normal. | Jaga likuiditas, lakukan lindung nilai sesuai kebutuhan, dan hindari panic decision. |
| Guncangan kebijakan | Aturan berubah, koordinasi lemah, atau proses hukum menambah ketidakpastian. | Klarifikasi satu pintu, konsultasi publik, due process, dan masa transisi. |
| Eskalasi narasi | Konten darurat dan tuduhan menyebar lebih cepat daripada koreksi. | Sediakan fact sheet, data terbuka, penjelasan cepat, dan literasi media. |
| Guncangan eksternal | Perang dagang, energi, suku bunga, atau konflik global memburuk. | Koordinasi fiskal-moneter, skenario impor, cadangan likuiditas, dan diversifikasi pasokan. |
14. Roadmap 30-60-90 Hari

Infografis 7. Rencana tindakan bertahap untuk lembaga publik dan dunia usaha.
| 30 hari – Rapikan dasar | Tetapkan daftar sumber resmi, pemilik data, definisi indikator, protokol komunikasi, daftar risiko kas dan kurs, serta register dokumen dan versi. |
| 60 hari – Uji dan simulasikan | Bangun dashboard, lakukan rekonsiliasi, uji skenario kurs dan bunga, periksa vendor dan bukti, serta buat exception report. |
| 90 hari – Lembagakan | Sahkan SOP, human approval, review independen, pelaporan manajemen, rencana kesinambungan usaha, dan siklus evaluasi. |
15. Penerapan Sistem Bantu Kerja Cerdas Terintegrasi PT JKK
Teknologi digunakan sebagai alat bantu untuk mengumpulkan, memeriksa, menyusun, dan memantau informasi. Teknologi tidak menggantikan penilaian profesional manusia dan tidak boleh digunakan untuk menjanjikan hasil investasi, keputusan hukum, atau persetujuan pembiayaan.
| Komponen | Penerapan yang bertanggung jawab |
| Pusat data dan knowledge base | Sumber resmi, kontrak, laporan, kebijakan, serta definisi indikator disimpan terstruktur dan mudah ditelusuri. |
| Rekonsiliasi terbantu sistem | Pencocokan bank, penjualan, pembelian, persediaan, pajak, dan kewajiban; selisih tetap diperiksa manusia. |
| Dashboard peringatan dini | Kas, piutang, utang, margin, kurs, suku bunga, covenant, dan transaksi pengecualian. |
| Evidence pack dan audit trail | Dokumen sumber, waktu, versi, persetujuan, bukti pembayaran, berita acara, dan log perubahan. |
| Register QR/hash internal | Penanda integritas dan versi dokumen internal. Bukan pengganti tanda tangan, akta, bukti hukum, atau penyimpanan permanen. |
| Human approval wajib | Proposal, pajak, hukum, kontrak, pembayaran, dan laporan final hanya diterbitkan setelah review profesional manusia. |
16. Kesimpulan Berlapis
| Kesimpulan faktual | Sebagian indikator utama yang disebut video dapat diverifikasi. Kesalahan analisis lama yang menyebut tahun 2026 sebagai masa depan harus dikoreksi. |
| Kesimpulan metodologis | Kebenaran angka tidak otomatis membuktikan hubungan sebab-akibat, motif politik, atau koordinasi rahasia. |
| Kesimpulan ekonomi | Fundamental agregat dan harga pasar dapat bergerak berbeda karena pasar menilai masa depan, likuiditas, dan premi risiko. |
| Kesimpulan geopolitik | Politik bebas aktif dan diversifikasi mitra adalah pilihan sah. Dampaknya harus dikelola dengan kapasitas domestik dan komunikasi yang kredibel. |
| Kesimpulan tata kelola | Kelemahan internal adalah faktor yang paling dapat dikendalikan. Transparansi, hukum, data, dan koordinasi merupakan pertahanan utama. |
| Kesimpulan media | Viralitas, emosi, dan judul darurat tidak boleh menggantikan verifikasi. Kritik dan dukungan harus sama-sama berbasis bukti. |
| Kesimpulan bisnis | Perusahaan perlu menyiapkan likuiditas, skenario, rekonsiliasi, dashboard, evidence pack, dan SOP persetujuan. |
| Kesimpulan PT JKK | Peran profesional PT JKK adalah membantu klien merapikan angka, dokumen, risiko, dan tata kelola; bukan menetapkan dalang tanpa bukti atau menjanjikan hasil pasti. |

Kesimpulan Utama
Video berhasil mengangkat pertanyaan penting tentang perbedaan antara indikator makro dan tekanan pasar, serta menyoroti perlunya kedaulatan kebijakan. Beberapa angka pentingnya dapat diverifikasi melalui sumber resmi.
Akan tetapi, penggabungan data resmi dengan dugaan motif geopolitik harus dilakukan secara hati-hati. Penghapusan indeks, arus modal, perubahan kurs, dan momentum diplomatik dapat membentuk hipotesis, tetapi tidak otomatis membuktikan serangan yang terkoordinasi.
Langkah paling bertanggung jawab adalah mempertahankan ruang kritik sekaligus disiplin pembuktian: perbaiki tata kelola, komunikasi, hukum, transparansi, dan ketahanan keuangan; jangan mengubah dugaan menjadi fakta sebelum bukti memadai tersedia.
Semoga Allah SWT memberikan petunjuk, kekuatan, dan kebijaksanaan kepada seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga amanah, memperbaiki kelemahan, serta mengutamakan kepentingan bangsa dan masyarakat.
Lampiran A — Transkrip Original Video Pertama
Catatan: ekstraksi yang diberikan pengguna terputus pada rentang 00:07:55–00:21:55. Selain penanda catatan tersebut, ejaan dan susunan kata dipertahankan sebagaimana bahan mentah.
[00:00:00] pelaksanaan MBG seringki bermasalah dugaan korupsi di situ ada dugaan penyelewengan dan banyak hal lainnya di sisi lain skandal korupsi
[00:00:09] Nadim Makarim yang sudah sampai ke berita dunia di mana dianggap proses hukum di Indonesia sangat buruk yang dipercaya bahwa
[00:00:17] ini semua merupakan dampak penyebab sale off rupiah besar-besaran semua influencer membahas itu bagaimana jika ada POV lain yang hampir
[00:00:27] semua influencer terlewatkan presiden kita yang sedang dibully itu sedang mempertahankan kedaulatan negara
[00:00:44] di akhir 2025 astronachi melalui mata rakyat saya bicara tentang probonomics dan purubaya pain killer kalian bisa lihat kontennya di
[00:00:51] sini ini penting banget dan di bulan April 2026 saya sudah warning pemerintah melalui konten enam dimensi kematian yang ternyata
[00:01:00] meledak banget viral banget dan banyak orang yang mengambil data saya untuk terus disebarluaskan saya pernah menjabat sebagai penasehat senior
[00:01:07] kepala staf presiden yang langsung bicara tentang bagaimana strategi ekonomi bagaimana pemerintah harus mendengarkan rakyat dan solusinya apa tentunya di
[00:01:16] era pemerintahan Pak Prabowo sekarang saya juga masih peduli dengan bangsa ini kita tahu bahwa negara ini sekarang sedang bermasalah
[00:01:23] 90% bahkan mungkin 95% dari postingan sosial media kita lihat sekarang per hari ini pemerintah itu dihujat oleh masyarakat karena
[00:01:33] kita tahu memang problem yang terjadi di negara kita sekarang baik internal maupun ancaman dari eksternal itu membuat ekonomi makin
[00:01:41] sulit US dollar sangat menguat dan bahkan di konten sebelum-sebelumnya saya sudah berbicara tentang rupiah akan menyentuh 17.200 17.500 dan
[00:01:50] bahkan 18.220 sebelum semua ini menjadi ramai kali ini ada hal yang nampaknya belum diceritakan di luar saya juga memohon
[00:02:00] doa kepada kalian semua setelah saya menyampaikan cerita ini mudah-mudahan saya tetap bisa sharing kepada Anda kondisi saya tetap aman
[00:02:07] karena apa yang saya akan ceritakan ini mungkin adalah informasi yang sangat super sensitif saya sudah mempertimbangkan ini berapa kali
[00:02:14] apakah saya akan mencoba menceritakan ini dan endingnya saya minta Anda yang membuat kesimpulan ini bukanlah sebuah konten di mana
[00:02:22] saya akan menentukan verdik-nya tetapi saya akan kembalikan pada Anda menurut Anda gimana so let’s start the untold story
[00:02:35] 95% sekali lagi per hari ini masyarakat menyalahkan pemerintah tetapi ada yang mungkin kita lupa dan ini yang akan kita
[00:02:44] bongkar kalau kita lihat gambar ini ini adalah Pak Soarto dan Pak Prabowo berhadapan dengan Donald Trump dan Bill Clinton
[00:02:53] so let’s see apa yang kita miliki hari ini kita tahu negara kita memang secara internal tidak sehat kita melihat
[00:03:01] adanya problem semua orang protes tentang makan bergizi gratis bukan karena idenya saya pribadi ide daripada MBG itu mulia kenapa
[00:03:11] satu kasih makan rakyat kedua memberikan lapangan pekerjaan buat para UMKM untuk menyediakan makanan dan itu uangnya untuk rakyat problemnya
[00:03:21] pelaksanaan MBG seringki bermasalah ada dugaan korupsi di situ ada dugaan penyelewengan dan banyak hal lainnya di sisi lain skandal
[00:03:30] korupsi Nadim Makarim yang sudah sampai ke berita dunia di mana dianggap proses hukum di Indonesia sangat buruk dan menggunakan
[00:03:39] politik untuk menjerat lawan politiknya ataupun orang-orang yang dianggap ee berbahaya secara politik dijerat dengan hukum dan itu beritanya sudah
[00:03:47] di mana-mana yang dipercaya bahwa ini semua merupakan dampak penyebab Indonesia tidak dipercaya lagi dan kemudian asing keluar dari Indonesia
[00:03:57] sello off rupiah besar-besaran semua influencer membahas itu selain itu yang lebih parahnya di ekonomis melakukan framing kepada Presiden Prabowo
[00:04:07] yang menurut saya ini luar biasa mengerikan karena di sini Indonesia Presidents Jeoprarding the economy and democracy ini gila loh
[00:04:17] ya majalah sekelas di economis yang katanya ini juga dimiliki oleh Rockefeller di sini setelah mem-framing presiden kita presiden dinilai
[00:04:26] sedang menempatkan ekonomi dan demokrasi dalam resiko atau bahaya mungkin benar bagi sebagian orang ya tetapi kita bicara sebagai seorang
[00:04:33] nasionalis ini presiden kita loh yang lagi di framing oke terlepas dari Anda setuju atau tidak Anda suka atau tidak
[00:04:40] dan Pak Prabowo kita bicara kepala negara kita sedang diframing oleh majalah ini the Untold Story akan bercerita tentang pola
[00:04:49] yang berulang Prabowo dan bayang-bayang era Soeharto apa sebenarnya yang berulang di situ kalau 95% orang berpikir bahwa pemerintah kita
[00:04:58] bobrok gagal dan kita kiamat Indonesia gelap dan seterusnya bagaimana jika saya menghadirkan POV yang lain sebenarnya presiden kita yang
[00:05:07] sedang dibully itu sedang mempertahankan kedaulatan negara bagaimana kalau ini benar saya bukan penjilat pemerintah dan saya sangat tidak suka
[00:05:18] dengan kejadian ini saya tidak suka pasar saham kita dihajar habis-habisan saya tidak suka rupiah kita sesuai dengan prediksi saya
[00:05:25] terus melemah sampai bahkan 18.220 20 seperti di konten ini sekali lagi tapi bagaimana jika ada poov lain yang hampir
[00:05:35] semua influencer terlewatkan bahwa Indonesia dihajar karena sedang mempertahankan kedaulatan negara sama seperti yang dilakukan oleh Presiden Soeharto let’s talk
[00:05:48] about it ulah asing jelas yang menekan Indonesia dan pola yang sama terjadi kembali saat ini rupiah 17.700-an 700-an targetnya
[00:05:57] Astronachi 18.200 target saya 17.200 itu sejak tahun lalu saya sudah bikin dan angka 18220 sudah saya gambarkan sebelum bahkan
[00:06:06] rupiah menyentuh 17.500 karena saya sudah membaca gejolak ini dan saya sudah melihat mengamati gerak-gerik dari Presiden Prabowo di awal-awal
[00:06:16] setelah dia menjabat itu sudah redf menurut saya pada saat itu ya dan IASG turun 28% otomatis menjadi yang terburuk
[00:06:24] di Asia sekalian ya banyak yang mencaci maki makanya saya bilang pada saat kemarin di sosial media saya “Mari kita
[00:06:31] doakan Indonesia bukan mencaci maki ingat lambang negara kita sedang difame dan dibully kita rakyat Indonesia harus bersatu terlepas apapun
[00:06:39] yang mungkin kita tidak setuju dengan pemerintah kita lihat dulu dari kilas balik 96 dan 98 soeharto yang selama 30
[00:06:46] tahun dianggap anak baik Amerika tiba-tiba melakukan sesuatu yang mengejutkan Washington ini yang terjadi di era Pak Harto
[00:07:00] dan kita masuk di chapter 1 The Hidden Truth kris Asia 97 ini menghantam beberapa negara tapi Indonesia mengalami dampak
[00:07:09] paling dalam mengerikan sekali kalau kita perhatikan Thailand dan Korea Selatan cukup 2 tahun untuk pulih tapi Indonesia butuh waktu
[00:07:16] 6 sampai 7 tahun kenapa dampaknya jauh lebih besar di Indonesia kris tahun ’97 itu dipicu oleh tekanan nilai tukar
[00:07:25] which is itu terjadi sekarang utang luar negeri yang tinggi kita juga terjadi hampir 10.000 triliun arus modal keluar besar-besaran
[00:07:33] ada capital outflow sell off rupiah di konten saya tentang rupiah saya ceritakan bahwa pelemaran rupiah ini bukan karena US
[00:07:39] dollar menguat tetapi sell off orang jual rupiah terbukti karena DXY di situ-situ saja tetapi rupiah terus melemah sementara kalau
[00:07:48] kita lihat Euro Swiss Frank dan seterusnya mereka menguat terhadap US dollar yang cenderung satwis dan melemah sementara Singaporea dolar
[00:07:55] terhadap rupiah terus naik ke atas ada capital outflow dan pindah ke Singapura itu yang saya amati dan kalian bisa
[CATATAN SUMBER] Bagian transkrip 00:07:55 hingga 00:21:55 tidak tersedia pada ekstraksi yang diberikan pengguna.
[00:21:55] dengan syarat-syarat harus belanja makanya karena goalnya adalah Indonesia kurang belanja ke Amerika pada saat itu belanjanya ke Rusia dan
[00:22:03] itu Trump tahu 33 miliar dolar plus 10 miliar dolar dan pada saat itu ada energi 15 bili aviation 15
[00:22:12] bilion pertanian 4,5 bilion termasuk data yang diminta pada saat itu untuk diserahkan ke Amerika indonesia ribut juga waktu itu
[00:22:19] ya kemudian ada MIR card mulai disepakati direncanakan fokus turis Rusia operasional Mei 2026 dan kalau kita perhatikan di sini
[00:22:29] eh tanggal 13 April Major Defense Corporation Partnership ya ini peningkatan kapasitas penanggulangan ancaman kerja sama defens dengan Amerika rebel
[00:22:40] rupiah eksplorasi local currency settlement terus kemudian masuk ke bricks anggota penuh 6 Januari 2025 sedangkan di Amerika Pak Probo
[00:22:49] membuat MDCP framework kerja sama modernisasi militer latihan gabungan dan teknologi pertahanan termasuk pengadaan drone maritim system AI dan cyber
[00:22:57] defense terjadi penandatanganan EAU FTA ya ini kayak perjanjian dagang sebenarnya 21 Desember 2025 dan kepada Amerika draft LOI untuk
[00:23:09] akses wilayah udara yang sempat juga diributkan jadi kalau kita perhatikan cara mainnya Pak Prabowo saat ini adalah bagaimana caranya
[00:23:17] beliau bisa bermain dua kaki oke ini orang pintar loh pak Prabowo ini smart dia pengin bisa punya kedaulatan bisa
[00:23:27] punya nilai tawar dapat barang yang lebih murah kalau Amerika mahal diaambil dari negara yang lain tapi kalau Anda perhatikan
[00:23:34] apa yang terjadi di sini terjadi yang namanya kemiripan dari Pak Prabowo dan Pak Soeharto well kalau kita lihat di
[00:23:43] sini di sini ada kedaulatan kedua-duanya cinta negara enggak mungkin kita bicara Pak Prabowo enggak cinta negara Pak Harto enggak
[00:23:52] cinta negara tetapi ada poin-poin penting yang jadi problem di sini dua pemerintah besar ini pemerintahannya tetap ada yang namanya
[00:24:02] korupsi tidak bisa dipungkiri korupsi tetap ada dan makin mengganas di era 2026 yang sedang dibersihkan juga kemudian di sini
[00:24:11] ada yang namanya kasus hukum law pada zamannya Pak Harto problem lawya apa pembungkaman penculikan dan seterusnya yang dituduhkan pada
[00:24:21] saat itu masyarakat tidak bisa beraspirasi di kasusnya Pak Prabowo kasus hukum saat ini yang sedang disorot adalah kasusnya Pak
[00:24:29] Nadim Makarim dan sebelumnya adalah kasus Pak Tom Lembong ini merupakan dua hal yang mirip ya dan kalau kita perhatikan
[00:24:37] di sini ada lagi tambahannya blunder
[00:24:43] problem blunder dari kementerian dari aparatur negara yang makin memberatkan kepercayaan masyarakat pada pemerintah jadi pada dasarnya final verdict-nya kalian
[00:24:53] yang tentukan ini adalah the untold story yang belum dibahas tetapi kalau kita mau melihat secara fair ada poov lain
[00:25:01] mereka berdua dan pemerintahan kita sekarang menjaga kedaulatan negara namun bagaimanapun kita bukan negara maju kita bukan negara kuat kita
[00:25:08] bukan negara dikasa tetap kita dikontrol oleh orang-orang yang kuat itu dan menurut saya apa yang terjadi sekarang di samping
[00:25:17] memang internal kita bobrok ada tangan-tangan yang jahat yang sedang mengontrol Indonesia dan mengunci gerak presiden kita dan mengunci kedaulatan
[00:25:26] kita untuk tidak bisa kita bergerak dengan bebas dan sebagai konsekuensi market kita ekonomi kita diporak-porandakan oleh karena itu tidak
[00:25:35] ada jalan lain tiap hari mengeluh tiap hari komplain tidak akan mengisi piring nasi Anda yang ada Anda makin sedih
[00:25:42] mulai hari ini saya undang pada Anda bersama untuk Indonesia yang lebih baik kita doakan pemerintah kita bisa kuat kita
[00:25:49] semua bisa melalui badai ini dan pada akhirnya habis gelap terbitlah terang tuhan memberkati indonesia bisa bangkit
Lampiran B — Transkrip Original Video Kedua
Ejaan, pengulangan, istilah, dan struktur kalimat dipertahankan sebagaimana teks mentah yang diberikan pengguna.
[00:00:00] ini di elite global nih orang-orang gila semua yang luar biasa jahatnya ini sedang mempermainkan Indonesia pak Purbaya mengatakan “Saya
[00:00:08] bingung ekonomi saya baik-baik saja.” Betul karena beliau mengikuti aturan fakta ketika Prabowo melakukan kunjungan ke Eropa ISG dan rupiah
[00:00:18] kita apakah benar diajar habis-habisan dari awal sudah kelihatan sell off rupiah orang pindah ke Singapura dan sekarang Singapura bikin
[00:00:25] berita seperti ini selesa apa dengan Singapura akan muncul provokasi demo besar-besaran untuk impeachment Presiden
[00:00:43] selamat datang di Untold Story yang kedua ini merupakan lanjutan dari video Untold Story pertama yang telah mendapatkan lebih dari
[00:00:48] 100 juta view terima kasih atas dukungannya di video yang kedua gua akan lebih dalam mengupas memberikan paparan bukti dugaan-dugaan
[00:00:58] bahwa Indonesia under attack basically we are under attack is never about fundamental ini enggak ada urusan sama fundamental bangsa
[00:01:06] ini sebenarnya setelah saya buka datanya yah inilah comply or you die kita sedang dalam serangan senyap para elit global
[00:01:16] yang kejam dan sudah melakukan hal yang sama di beberapa negara lain mari kita bongkar datanya dan tonton sampai habis
[00:01:24] karena ini akan menjadi bread taking experience buat Anda membuka sebuah hal baru yang belum pernah Anda pikirkan sebelumnya sebelum
[00:01:31] kita masuk ke babak pertama kita langsung lihat review dari video Untold Story yang pertama di Untold Story akan bercerita
[00:01:40] tentang pola yang berulang Prabowo dan bayang-bayang era Soeharto apa sebenarnya yang berulang di sini kalau 95% orang berpikir bahwa
[00:01:49] pemerintah kita bobrok gagal dan kita kiamat Indonesia gelap dan seterusnya bagaimana jika saya menghadirkan POV yang lain sebenarnya presiden
[00:01:58] kita yang sedang dibully itu sedang mempertahankan kedaulatan negara tanggal 20 Mei konten ini muncul dan saya membawakan POV memang
[00:02:10] di tengah kelemahan Pak Presiden kita yang kalian tidak suka tetapi bagaimana jika apa yang beliau lakukan adalah untuk membela
[00:02:19] kedaulatan negara di tengah semua kelemahannya dan di tengah keterjepitan posisi beliau sebagai presiden ada hal yang tidak diceritakan banyak
[00:02:29] orang ada hal yang tersembunyi dan hari ini kita kupas semuanya
[00:02:40] mungkin bagi Anda kita dianggap cocok logi it’s ok tapi kalian harus tahu bahwa penemuan apapun itu penemuan yang ada
[00:02:50] di bumi ini semua udah pasti dimulai dari cocok logi sebuah diagnosa hipotesis mempelajari simptom itu semua cocok logi yang
[00:02:59] diteliti lebih dalam menggunakan scientific approach yang akhirnya menemukan sebuah konklusi semua research penelitian itu adalah cocokologi empiris jadi buat
[00:03:09] kamu yang IQ Gorilla mohon maaf kalau kalian tidak suka dengan ini silakan skip dan jangan tonton tapi buat kamu
[00:03:16] yang mengerti maksud saya bahwa asumsi itu sangat diperlukan untuk mendapatkan kebenaran yang tersembunyi mari kita tonton sampai habis saya
[00:03:26] diperkuat dengan teori ladness of observation jadi enggak ada fakta murni tiap observasi sudah disaring asumsi yang kita bawa jadi
[00:03:36] segala sesuatu kebenaran itu semua bermula dari asumsi ada Norwood Russell Hanson dan Thomas Kh kalian bisa lihat buku-bukunya ya
[00:03:45] bukunya Pattern of Discovery atau The Structure of Structure Scientific Revolutions itu bercerita tentang gagasan ini menentang pandangan tradisional yang
[00:03:52] percaya bahwa sains itu 100% objektif karena didasarkan pada pengamatan murni dan juga dengan adanya teori lidenness tidak bisa lagi
[00:04:00] mengklaim bahwa data pengamatan mereka adalah fakta mentah yang bersih dari asumsi atau baya semua teori semua penelitian bermula dari
[00:04:08] asumsi dan di untold story yang kedua adalah asumsi yang lebih dalam bahwa ada tangan-tangan jahat yang mengontrol kekacauan yang
[00:04:17] terjadi di Indonesia saat ini mari kita bongkar sama-sama so ada tiga problem di sini Guys dan ini kita sangat
[00:04:25] jelas problem yang terjadi di Indonesia tidak bisa kita pungkiri ada tiga hal ini dan ini semua orang pasti setuju
[00:04:33] bahwa ada internal problem internal problem ini semua sudah bicarakan bahkan waktu saya meeting di MPR saya juga sampaikan kepada
[00:04:41] pimpinan rapat eh Dr ibas dan juga saya sampaikan di podcast-podcast mulai dari sama Brother Ari Untung sama Bro Surpani
[00:04:49] dan banyak lagi yang lainnya kita membahas tentang kelemahan yang ada di internal Indonesia tata kelola negara yang tidak menggunakan
[00:04:57] holistic approach komunikasi blunder labil kebijakan dan seterusnya kita tahu maka kita coret dulu ini karena kalau kita fokus di
[00:05:06] sini tiap hari kita ngomongin kelemahan pemerintah menghujat mencaci maki enggak kasih solusi rupiah juga enggak akan menguat enggak ada
[00:05:15] gunanya oke ada dua lagi yang pertama adalah eksternal problem di mana itu ada harga minyak naik ada trade war
[00:05:21] yang ini enggak ada urusan sama sekali sama presiden yang mungkin Anda benci saat ini itu enggak ada urusannya karena
[00:05:26] ini adalah perang Iran dan seterusnya oke dan ketika Anda melihat external problem kebencian Anda berpindah dari Pak Prabowo anda
[00:05:33] pindah kebenciannya ke Donald Trump karena at the end orang-orang yang suka membenci orang setiap hari pasti akan ngebenci orang
[00:05:40] ya itu masalahnya jadi sekarang kita tahu internal kita hapus eksternal ini juga sudah kita tahu bersama-sama dan yang ketiga
[00:05:48] ada dugaan dan kemungkinan yang makin hari makin besar bahwa Indonesia under Attack Politik dan Ekonomi ada pihak yang tidak
[00:05:55] happy dengan diplomasi Indonesia catat kata kuncinya tidak happy dengan diplomasi Indonesia dari tiga struktur ini kalau internal problemnya dapat
[00:06:06] nilai 80 ada perbaikan ini pun belum tentu Indonesia itu bisa jadi baik oke walaupun internal problemnya itu diperbaiki tapi
[00:06:16] dengan dua ini belum tentu Indonesia bisa bertahan juga karena dua ini berpengaruh besar di dalam perjalanan Indonesia ekonomi maupun
[00:06:27] politik ini yang akan saya tunjukkan pada Anda
[00:06:35] the anomali terjadi anomali besar yang ada di Indonesia apa saja mari kita perhatikan di dalam untold story yang pertama
[00:06:43] saya menggunakan konsep parallelism antara era Soeharto dan Prabowo di mana keduanya memiliki kemiripan nah sekarang jadi sebenarnya ada sebuah
[00:06:54] asumsi yang makin hari makin nyata is not about fundamental ini perang senyap yang terjadi Rupiah dan ISG dihajar habis-habisan
[00:07:03] di kala fundamental Indonesia terlihat bagus sekarang kita langsung saja lihat angka ini sebagian orang mengatakan angka ini enggak valid
[00:07:11] ini angka tipuan dan seterusnya it’s fine tetapi yang dilihat sama orang-orang asing adalah angka ini karena ini adalah angka
[00:07:17] resmi dari negara kita terlepas dari Anda setuju atau tidak banyak ekonom yang mengatakan bahwa ini enggak real dan seterusnya
[00:07:24] but I don’t know ini adalah data fakta kalau kalian merasa bahwa ini tidak real itu juga asumsi ya pada
[00:07:31] dasarnya adalah semua orang punya asumsi tapi ini fakta faktanya PDB 5,61% tertinggi sejak 2021 nanti kita bahas dari angle
[00:07:42] yang lain inflasi kita 3,08 masih dalam target Bank Indonesia oke kita bisa lihat selama inflasi 3,08 it’s fine walaupun
[00:07:52] ada kemungkinan ini naik tapi per detik ini saat Anda nonton video ini ini adalah data resminya cadangan devisa kita
[00:07:59] 146,2 miliar sempat turun drop 10 miliar dolar ya karena intervensi ini masih aman lebih dari 3 bulan oke enggak
[00:08:08] banyak tetapi belum minus rasio utang 40,75% jauh di bawah batas undang-undang 60% ini juga dikomplain sama orang is fine
[00:08:18] tetapi kalau kita bicara matrik ini masih oke ya kan neraca dagang kita sisa 5 miliar dolar walaupun ini juga
[00:08:26] udah diambang defisit tapi per detik ini masih oke ya kesimpulan lima fundamental utama solid pertumbuhan tinggi inflasi terjaga devisa
[00:08:36] kuat utang aman dagangnya masih surplus secara fundamental ekonomi Indonesia baik-baik saja ini yang dipakai oleh para aparatur sipil negara
[00:08:47] di Kementerian Keuangan atau yang lainnya untuk mengatakan bahwa secara fundamental Indonesia masih oke tetapi kita juga harus berhati-hati forecast
[00:08:56] 6 bulan ke depan bagaimana kita enggak tahu bisa aja semua ini akhirnya menjadi merah misalnya tapi kalau kita bicara
[00:09:02] fakta apakah hari ini masih baik secara fundamental yes dengan kondisi seperti ini aneh rasanya kalau harga itu turunnya sampai
[00:09:14] seperti COVID dan hanya satu-satunya Indonesia yang rupiahnya hancur pasar modalnya hancur di tengah semuanya warnanya hijau okelah orang bilang
[00:09:25] “Kita kan lihat forecast Pak 6 bulan lagi dengan pemelan kayak gini udah pasti akan hancur semua negara ini.” Dengan
[00:09:30] forecast atau asumsi itu kan namanya juga belum tentu terjadi oke itu bukan fakta ketakutan orang itu kan belum tentu
[00:09:37] terjadi bisa saja itu hanya merupakan fear yang ditebar sehingga data fakta ini yang harusnya secara fakta ini kondisinya masih
[00:09:48] oke diterjemahkan diasumsikan dicocok logikan bahwa Indonesia adalah tempat terburuk again kalau kita mau bicara fair itu juga adalah sebuah
[00:09:59] asumsi liar yang akhirnya diikutin dengan kepantingan massal dan sell off ya Anda sudah tangkap maksud saya kan hang on
[00:10:06] saya punya data yang lebih menarik memang menurut Ferry Irwandi 5,61% dengan segala hitungannya itu tidak masuk akal dan disimpulkan
[00:10:15] hanya 4,63% karena apa karena belanja pemerintah terlalu banyak sekitar 21 sekian pers kontribusi dari belanja pemerintah yang harusnya cuma
[00:10:25] 4% jadi kalau misalnya dia ambil dengan nilai 4% maka GDP-nya itu cuma 4,6 oke makes sense ya itu fakta
[00:10:34] walaupun kita harus turunkan dan kita memang ambil keluar belanja pemerintah nah apakah Indonesia saat ini sudah krisis atau resesi
[00:10:44] no indonesia dalam tekanan tetapi Indonesia belum masuk krisis atau resesi ingat kalau Anda pergi ke luar sana mau Anda
[00:10:54] pergi ke mall Anda pergi ke restoran masih banyak orang yang jalan-jalan kita lihat ya nanti iPhone 18 keluar ya
[00:11:00] berapa banyak orang yang ngantri iPhone yang harganya Rp35 juta kalau iPhone itu laku keras dan saya pun enggak bisa
[00:11:06] dapat iPhone baru berarti yang krisis kali ini adalah orang-orang yang ada di financial market yes orang-orang yang sensitif terhadap
[00:11:14] US Dollar yes dan orang-orang yang menebar ketakutan dan hoa itu faktanya nah sekarang kita lihat kalau dikatakan Indonesia itu
[00:11:23] masuk di dalam krisis technical recession itu bahasa ekonominya technical recession itu ketika GDP atau pertumbuhan domestik bruto kita mengalami
[00:11:35] pertumbuhan yang negatif dua kuartal berturut-turut oke dua kuartal berturut-turut maka kita masuk di dalam technical recession ini yang terjadi
[00:11:45] apalagi depression kalau sampai double digit seperti tahun ’98 misalnya minus 13% GDP-nya dan berturut-turut nih turun tajam deflasi berkepanjangan
[00:11:54] pengangguran masif 20 sampai 25% colollap sistem keuangan dan kehilangan kepercayaan ekonomi kita masuk depression tahun 1929 adalah great depression
[00:12:03] yang ditakutkan banyak orang nanti 60 tahun atau 100 tahun kemudian akan berulang karena 60 tahunnya itu sudah terjadi ya
[00:12:12] tahun 1989 merupakan lanjutan siklus 60 tahun dari Great Depression dan berikutnya adalah tahun 2029-2030 nah itulah siklusnya jadi kalau
[00:12:23] dikatakan apakah Indonesia sekarang sudah masuk krisis resesi sehingga Anda semua harus ketakutan harus menghujat pemerintah tiap hari sampai gila
[00:12:31] no secara teori secara fakta we are not in the recession
[00:12:44] so mari kita lihat ini di elite global nih orang-orang gila semua yang luar biasa jahatnya ini sedang mempermainkan Indonesia
[00:12:52] dan merekalah papat masternya gitu ya tapi apa yang mereka mainkan i have the data for you guys it’s not
[00:12:59] about fundamental ini yang terjadi kita urutkan ya kita urutkan kalau kita enggak urutkan gini enggak akan ketahuan ini adalah
[00:13:06] big boys ada MSCI goldman Sak UBS Moodis MSCI lagi dari Januari 2026 bekukan indeks Indonesia ngancam akan turunkan pasar
[00:13:17] saham ke Frontier dampaknya 120 miliar dolar nilai pasar lenyap januari 2026 ngajak gengnya temannya si Goldman Sak dibawa ke
[00:13:28] Indonesia lagi dan Goldman ini adalah yang bikin keos juga tahun 2008 apa tugasnya sih Goldman kalau MSCI itu ngancam
[00:13:36] goldman downgrade ke underweight kalau sebuah pasar itu udah di downgrade orang akan sell off ya orang yang enggak ikut-ikutan
[00:13:44] itu takut sell off dampaknya ada estimasi outflow sekitar 13 miliar US dolar dan sampai detik ini tekanan jual masih
[00:13:51] berlanjut ubs dari Swiss dia nurunin ke netral yang awalnya buy misalnya sekarang menjadi netral ya ini tentang rating di
[00:14:02] dunia keuangan yang belum paham silakan Google apa yang dimaksudkan dengan rating sell neutral apa itu neutral ini artinya kalau
[00:14:09] F manager mau bawa uang triliunan beli saham di Indonesia beli obligasi di Indonesia yang awalnya optimis sekarang netral biasa
[00:14:16] aja gitu dan itu merupakan penurunan soft ya sebelum masuk ke sell dampaknya sinyal pelemahan sentimen global tapi belum ada
[00:14:23] sell off itu dari UBS moodies ini yang cukup kuat nih tiba-tiba jepret ngasih outlook negatif moodies itu powerful ya
[00:14:31] kalau dia sudah kasih outlook negatif ini berdampak sekali untuk market dan ekonomi itu khususnya orang-orang yang mau ngutangin Indonesia
[00:14:37] juga gitu dan dampaknya sorot danantara dan fiskal disorot dikasih spotlight danant antaranya BUMN kita ya walaupun danantara mohon maaf
[00:14:46] kekurangannya juga banyak tidak transparan udah sampai hari ini saya dengar belum ada laporan real gitu ya ini yang memang
[00:14:52] harus diperbaiki kenapa karena cara kerja orang-orang ini pasti mencari ho mencari kelemahan dan kelemahan itu ditembak di bor dalam
[00:14:59] pertanyaannya siapa suruh Anda banyak kelemahan kan gitu silakan diperbaiki tapi saya harus fair mengatakan di tengah kelemahan yang memang
[00:15:06] ada di Indonesia dimanfaatkan oleh para geng ini dan bulan Mei 2026 MSCI coret 19 perusahaan sekaligus dampaknya outflow pasif
[00:15:16] 28 sampai 31 triliun pemicu free float dan bukan fundamental yang disorot apalagi IDX memang banyak kelemahannya IDX ini tidak
[00:15:25] menutup kemungkinan bahwa orang-orang sengaja melakukan spoting ya di di-highlight nih kelemahannya mari kita habisi karena dia punya kelemahan sekali
[00:15:34] lagi kenapa Anda harus punya kelemahan bertahun-tahun ini ngapain aja sampai sekarang sudah klimx kelemahanmu dijadikan alat untuk dibombardir salah
[00:15:43] siapa pasti harus introspeksi diri memang kita salah walaupun kita sedang diserang oke kalau kita kuat mungkin mereka juga bingung
[00:15:51] nyerangnya dari mana mak sense ya tetapi sekali lagi penurunan ini bukan earnings driven ini adalah index driven dan rating
[00:15:58] driven ini kata kuncinya ini merupakan perang persepsi orang yang kuat mengatakan bahwa oh ini negaranya jelek oh ini pasar
[00:16:06] modalnya enggak transparan kenapa dia turunkan rating kenapa dia kasih asumsi jelek itu yang harus dipertanyakan ada kepentingan apa di
[00:16:13] belakangnya apakah dia netral di tengah-tengah memang Indonesia banyak yang harus diperbaiki IDX banyak yang harus diperbaiki tapi mereka ini
[00:16:22] kok enggak ngerjain dari dulu kenapa kok baru sekarang ini tanda tanya besar apa triggernya ini yang akan kita bahas
[00:16:30] stay tune oke yang pegang tombol itu siapa msi Goldman Moodis Fitch Entitas poros Barat Amerika Serikat dan mereka-merekalah adalah
[00:16:39] entitas poros kapitalis nah dari sini mulai kebuka ya di tengah kelemahan kita kita dihantam oleh geng-geng ini mari kita
[00:16:49] perhatikan pak Purbaya mengatakan “Saya bingung ekonomi saya baik-baik saja.” Betul karena beliau mengikuti aturan fakta faktanya matriks ekonominya bagus
[00:17:02] tapi kenapa di sell off seakan-akan kita ini negara seperti Zimbabwe mak sense enggak di sini ya kecuali hari ini
[00:17:09] kita sudah keos masyarakatnya hancur-hancuran misalnya udah perang di mana-mana nyatanya tidak nyatanya mall-mall rame gedung bioskop masih rame matriks
[00:17:18] ekonomi yang menjadi fakta masih ramai kenapa dihabisi seperti ini kenapa rupiah dihantam seakan-akan kita ini udah enggak ada harganya
[00:17:25] lagi dan kenapa para influencer ekonom yang memang melihat banyak kelemahan di Indonesia ini terus menggoreng seakan-akan tidak ada harapan
[00:17:34] lagi sampai semuanya kocar-kacir ketakutan kenapa kita sampai harus hancur berantakan bahkan ketika semuanya hijau kita minus 36% dan India
[00:17:45] minus 12% india merupakan clue bagi saya untuk bercerita hari ini kenapa ada India dan Indonesia di sini kalau Hongkong
[00:17:53] enggak usah ngomonglah hongkong tuh dari dulu Hangseng marketnya memang atas bawah atas bawah banyak penjudi di situ ya banyak
[00:17:58] orang-orang yang memang spekulan di situ ini out of topics tetapi India dan Indonesia memiliki similarity mari kita bahas jadi
[00:18:06] jelas ya Pak Purbaya hanya melihat matriksnya dia tidak melihat unsur yang lebih liar dan itu tugas saya untuk melihat
[00:18:13] yang lebih liar karena Menteri Keuangan tidak boleh masuk ke ranah yang liar-liar begitu biarlah Gema Guuyardi yang ngomongin tentang
[00:18:18] yang liar-liar oke nah waktu itu saya bikin rupiah saya bikin targetnya 17520 dan akhirnya kena ya itu di tanggal
[00:18:27] 14 Mei namun di konten ini saya sudah mencium bau tidak wajar saya sudah bagikan kalian boleh nonton YouTube ini
[00:18:34] dan apa yang terlihat di situ saya mengatakan bahwa rupiah turun bukan karena US Dollar menguat tapi karena ada yang
[00:18:41] melakukan sell off besar-besaran di rupiah duitnya ke mana larinya ke Singapura Dolar itu yang saya sampaikan dari mana saya
[00:18:49] tahu lihat ini adalah indeks DXY ya pada saat itu indeksnya itu cuma sideway-sway saja artinya apa dolar itu tidak
[00:18:57] hanya dolar sama rupiah dxy ini adalah indeks US dollar silakan cari ya DXY dia tidak bergerak ke mana-mana oke
[00:19:04] ini penting ketika dia tidak bergerak ke mana-mana USD SGD itu menguat terhadap US dollar ini chart-nya USD-nya di depan
[00:19:15] kalau chart-nya turun artinya mata uangnya SGD-nya menguat tetapi kalau kita lihat rupiah USD-nya di depan malah terus naik oke
[00:19:23] berarti dia melemah luar biasa terhadap US Dollar nah demikian pada saat kita memperhatikan kok bisa dia melemah terhadap US
[00:19:31] Dollar ketika US dollarnya tidak naik karena logikanya kalau rupiah itu melemah terhadap US Dollar harusnya pada saat itu US
[00:19:40] Dollar tuh mungkin udah kuat sekali gitu nyatanya tidak kalau US dollarnya tidak menguat tetapi rupiah melemah terhadap US Dollar
[00:19:48] ke mana nih duitnya orang yang jual rupiah karena ingat rupiah melemah karena terjadi sell off nah langsung saja di
[00:19:55] video itu dan saya terperjelas sekarang kita turun ke bawah sdidr juga melemah artinya uangnya pindah dari rupiah ke Singapura
[00:20:04] ada apa dengan Singapura mari kita lihat jadi ini 17 Mei merupakan awal mula saya mencium bau-bau busuk ini kenapa
[00:20:13] karena dolar tidak ada masalah rupiah melemah singapura menguat terhadap dolar dan rupiah melemah signifikan terhadap Singapura artinya terjadi sell
[00:20:21] off dan uangnya dipindah ke Singapura di satu sisi DX5 sideway-sideway saja cenderung normal euro USD menguat terhadap US Dollar
[00:20:31] which is Eropa selalu begitu swiss Frank menguat terhadap US dollar hanya Jepang yen yang melemah terhadap US dollar karena
[00:20:38] di dalam internalnya juga ada konflik ya sampai harus naikin suku bunga artinya seluruh market itu normal-normal saja tidak ada
[00:20:46] krisis hanya Indonesia yang di-sell off dan uangnya pindah ke Singapura ada apa di Singapura
[00:21:00] so apakah benar ini juga asumsi kalian mau ngomong cocok logi it’s ok sekali lagi penelitian itu lahir dari cocok
[00:21:07] logi tapi saya punya gambar data yang tidak bisa dibantah ketika Prabowo melakukan kunjungan ke Eropa ISG dan rupiah kita
[00:21:14] apakah benar diajar habis-habisan itu teori saya mari kita perhatikan nih ya ini penting sekali kalau enggak dibikin begini enggak
[00:21:22] kelihatan tanggal 23 Januari Pak Prabowo pergi ke Prancis harganya naik tiba-tiba bem turun 17% pada saat itu juga rupiah
[00:21:34] yang lagi menguat tiba-tiba sidewis dan PP naik langsung ke atas ini artinya melemah ya ini melemah jadi ketika perjalanan
[00:21:42] ke French I jatuh 14 April harga lagi enak-enak naik oke ini di videonya Coach Tom ya saya ada sampaikan
[00:21:55] bahwa ISG akan membentuk pik tanggal 15 April ini videonya di sini dan kalian bisa lihat saat ini saya sedang
[00:22:01] menjelaskan tentang 15 April tersebut dan harganya drop ternyata saya baru sadar 14 April Pak Prabowo pergi ke Prancis dan
[00:22:09] jebol harganya anda mau bilang ini cocok logi nyatanya memang cocok exactly turning point kalau kita lihat di bawahnya rupiah
[00:22:17] itu sedang setways tiba-tiba begitu ini 14 April pergi ke Prancis langsung melemah lagi ya secara pelan tapi pasti tanggal
[00:22:24] 29 Mei juga sama harganya turun mulai naik naik naik naik dikit tiba-tiba pergi ke Prancis jebol lagi harganya dan
[00:22:33] rupiah makin menggila pada saat ini diumumkan bahwa Presiden Prabowo menandatangani bisnis membawa pulang bisnis dari Prancis apa yang terjadi
[00:22:44] yes makin dihajar rupiah melemah secara signifikan ini yang paling gila berikutnya sel Indonesia digemakan digaungkan di Singapura Stight Times
[00:22:57] ya Anda lihat semua beritanya seakan-akan Indonesia ini negara yang berbahaya negara yang paling busuk negara yang jelek sekali dan
[00:23:05] semua fan manager merasa bahwa sell semua Indonesia mari kita cabut dari Indonesia kalau kalian jeli dari awal dari awal
[00:23:14] udah kelihatan sell of rupiah orang pindah ke Singapura dan sekarang Singapore bikin berita seperti ini selesa ada apa dengan
[00:23:21] Singapore tanda tanya besar what’s wrong Singapore dan kenapa kamu sekarang menyorot Indonesia seperti ini ada apa ini di sini
[00:23:30] mari kita bongkar kita cek fakta apakah benar kita dikerjai asing dengan asing menarik uangnya dari Indonesia setelah kejadian-kejadian penting
[00:23:37] tersebut setelah kita mencoba membela kedaulatan negara kita dengan mencari barang murah apakah ini akibatnya mari kita perhatikan kita melihat
[00:23:47] timeline ya kita punya timeline tekanan Pasar Indonesia 2025-2026 tahun 2025 Januari Indonesia resmi jadi anggota penuh bricks saat itu
[00:24:00] dikasih tarif 32% ketika tarif war walaupun didiskon menjadi 19% 8 September terjadi kerusuhan ingat rumahnya Busri Mulyandi diacak-acak pada
[00:24:11] saat itu tentang anggota dewan itu sudah mulai November Desember 2025 mulai asing net seller obligasi pertama dalam 3 tahun
[00:24:20] kepemilikan asing di SBN tinggal 13% tandanya sudah ada walaupun market itu belum kelihatan tapi ingat astronachi pertama kali di
[00:24:29] Desember 2025 mengatakan bahwa ISG akan 9150 oke dan jatuh ke 6.000 videonya mana di videonya oke jadi sebelum all
[00:24:39] time high saya sudah sampaikan akan ke 9150 dan turun ke bawah dari mana Pak Gema tahu astrologi cycle yes
[00:24:44] tetapi saya sedang mengamati apa yang terjadi kenapa ada asing yang tiba-tiba jual SBN-nya di 2026 perhatikan Januari rekor tertinggi
[00:24:52] 9174 analisis saya 9150 kemudian 2829 Januari mulailah yang namanya MSCI itu kasih pembekuan ancam frontier dan seterusnya dan itu
[00:25:04] diikuti mudhis Februari deal dagang Amerika Serikat mulai akhirnya Februari Amerika dan Indonesia mulai ada deal dagang dan kita tunduk
[00:25:13] kepada sanksi pada saat itu ya dan pada saat itu presiden kita sudah mulai dibully karena kita tidak bisa melawan
[00:25:19] asing lah kita harus ikut dengan aturan main Amerika lah oke terus kemudian Maret 70 miliar kabur dari semua emerging
[00:25:27] market 13 sampai 20 Mei MSI coret 19 emiten BI naikkan 50 basis poin suku bunga 2829 Mei pak Prabowo
[00:25:36] umumkan deal Paris 3,5 miliar US Do hancur marketnya rebalancing MSCI di akhir Mei outflow 8,5 triliun sehari kebetulan no
[00:25:46] ya ini ini bukan kebetulan ini pattern 3 Juni 2026 ISG jebol di bawah 6.000 4 sampai 6 Juni ISG
[00:25:54] tembus level psikologis terburuk di dunia dan saat itu juga ramai muncul sel Indonesia wow sistematik sekali ya penjahat-penjahat ini
[00:26:04] dan kita langsung bahas ada apa ini dengan Singapura modal kabur dari Indonesia dan tetangga terdekat kita justru pesta rekor
[00:26:12] di saat yang sama persis bukan karena fundamental kita jelek no bukan karena itu tapi karena yang pegang tombol indeks
[00:26:18] dan rating bukan kita nah kalau Anda perhatikan 13 Februari ada net sell 14 triliun sedangkan Singapore Street Index tembus
[00:26:27] 5.000 pertama kali 8% ya ada ETF inflow 643 juta Singapore Dolar saya mulai ngelacak nih ada duit masuk ke
[00:26:36] Singapura nih ya 4 Maret net sell Indonesia STI bertahan di atas 5.000 padahal Singapura itu marketnya sangat banyak sideways-nya
[00:26:45] dari tahun 2010 saya bergabung di sekuritas yang kiblatnya ke Singapura saya kerja sebagai analis dan saya tahu persis banyak
[00:26:52] investor Singapura dulu pindah lari ke Indonesia beli saham-saham kita sebelum ada tangan-tangan nakal ini di balik Singapura oke 19
[00:27:01] sampai 23 Mei akumulasi outflow 29 Mei sehari itu 8,5 triliun sedangkan STI outperform regional Singapura nyalip Republik Indonesia dengan
[00:27:10] market cap yang lebih tinggi 31 Mei netsell di negara kita Singapura akhirnya menjadi safe heaven flows oke 3 Juni
[00:27:18] STI on pay out perform Republik Indonesia terlebar sepanjang sejarah dan kemudian 6 Juni ketika kita hancur-hancurnya keluar sel Indonesia
[00:27:28] dari mana dari Singapura kenapa demikian nih datanya lihat nih ternyata Singapura adalah simpul utama modal Amerika di Asia ini
[00:27:37] adalah negara cangkangnya elit global wow kita perhatikan posisi FDI Foreign Direct Investment Amerika di Singapura akhir 2024 itu sudah
[00:27:47] mencapai 467 miliar US Dar singapura sudah menjadi tujuan utama untuk foreign direct investment-nya Amerika yang awalnya dari nomor 8
[00:27:56] sekarang nomor 4 di dunia wow ya jadi ini merupakan negara tujuan untuk invest nomor 4 di dunia dari Amerika
[00:28:05] hanya tiga negara di atasnya inggris Belanda Luxemburg dan semuanya Eropa alright yang menjadi antnya Amerika sebenarnya adalah Singapura peringkat
[00:28:14] di Asia nomor satu satu-satunya ekonomi Asia di papan atas untuk tujuan modal Amerika Serikat wuh luar biasa sumber FDA
[00:28:22] terbesar Singapura adalah Amerika Serikat di atas Jepang Inggris dan Hongkong ini datanya dari mana sing start jadi selain Jepang
[00:28:31] Inggris Hongkong itu taruh invest di Singapura Amerika sudah nomor satu total stok foreign direct investment yang masuk ke Singapura
[00:28:38] itu 3.130 miliar US Dar akhir dari 2024 sektor dominan FD yang masuk itu ada apa finance dan insurance jadi
[00:28:48] dari sini Anda tahu uang spekulasi yang buat ngacak-ngacak itu sudah parkir di Singapura maka hal ini sama dengan taruh
[00:28:55] kapal induk perang di Singapura untuk ngghajar Indonesia dalam bentuk uang di financial market sekarang Anda paham kan bentuk investasi
[00:29:03] AS global holding company 47,3% merupakan pola kas negara hub atau negara cangkang ya so kesimpulan satu kalimat dari seluruh
[00:29:13] ekonomi Asia hanya Singapura yang masuk papan atas tujuan modal Amerika melesat dari peringkat 8 ke peringkat 4 satu liga
[00:29:20] dengan hub Eropa Belanda Luxemburg itulah yang menjadikan Singapura menjadi simpul utama modal Amerika atau dengan kata simpelnya cangkangnya Amerika
[00:29:30] untuk mengghajar negara-negara yang perlu didisiplinkan oleh Amerika so Indonesia sebenarnya kasihan sekali karena negara kita mencoba untuk menjaga kedaulatannya
[00:29:40] pak Presiden kita cinta negara di tengah kekurangannya saya tahu Presiden perlu banyak mendengar rakyat yes tapi kita sudah agree
[00:29:47] kita coret dulu urusan internal karena kita mau belajar faktor-faktor ini karena terlalu cinta negara akhirnya dua kaki apa yang
[00:29:55] dua kaki nih perhatikan belanja dan komitmen Indonesia Amerika versus Eropa kepada Amerika belum belanja tapi sifatnya adalah janji beli
[00:30:05] baru prames janji manis tetapi terhadap Eropa ada kontrak alut sista aktif 2025 dan kapalnya pesawatnya sudah dikirim kemudian yang
[00:30:15] kita perhatikan di sini ini adalah nilai per sektor ya supaya kalian jelas saya rangkumkan kita punya janji kepada Amerika
[00:30:22] itu membeli senilai 15 miliar US Dollar dengan waktu yang tidak ditentukan beli pesawat Boeing 1 miliar dolar dan kita
[00:30:30] sudah beli sama eh Prancis itu 8,1 miliar untuk beli pesawat Ravale kemudian pertanian itu 4,5 miliar sama Amerika sama
[00:30:39] Ital beli kapal R,38 miliar beli Airbus itu R90 juta ya ini untuk pesawat Airbus A400 oke jadi dari sini
[00:30:50] kita tahu pembagiannya jelas Eropa mendapatkan bagian yang lumayan besar dan ini merupakan strategi dua kaki not to mention oil
[00:31:00] dari Rusia oke nah pertanyaannya adalah kenapa alat-alat alusista itu diambil dari Prancis bukan Amerika simpel nih ya kenapa RI
[00:31:12] pilih Prancis dari data ini saya langsung simpelkan di sini senjata Prancis itu bebas dipakai tapi kalau Amerika klausulnya adalah
[00:31:19] hanya untuk pertahanan enggak boleh untuk yang lain-lain jadi kita tuh udah beli tapi enggak punya kebebasan untuk pakai senjata
[00:31:25] yang kita beli itu kalau beli dari Amerika makanya kita mulai beli dari Prancis kemandirian amerika Serikat itu cuma jualan
[00:31:33] barang tapi waktu kita beli sama Prancis Republik Indonesia itu diajarin cara bikin kapal selam di Surabaya tuh pilih mana
[00:31:42] kalau beli Amerika ya udah beli aja gitu kalau sama Prancis sudah terjadi kesepakatan Indonesia belajar bikin kapal selam sendiri
[00:31:49] pertanyaannya mungkin enggak kira-kira negara-negara tertentu tuh tidak suka kalau Indonesia bisa memproduksi sendiri alat perangnya nah ini yang menjadi
[00:31:57] pemikiran Anda ya dan kita harus tahu kita tuh sebenarnya bebas aktif ya filosofinya tuh adalah kita menganut bebas aktif
[00:32:04] jadi ketika kita berat kepada Amerika Serikat untuk membeli barang maka kita akan dicap sebagai geng Amerika melawan China so
[00:32:12] Prancis bikin Republik Indonesia dapat senjata canggih tanpa harus pilih kubu karena pada dasarnya sejak era Soekarno kita itu maunya
[00:32:20] nonblok tetapi apa yang terjadi dengan Pak Karno ketika terus mempertahankan nonbloknya you know the story ketika seseorang tidak berpihak
[00:32:27] pada siapapun tetapi ketika negaranya sudah diincar maka sesuatu yang buruk akan terjadi ya sama dengan negara kita sekarang dan
[00:32:34] ini merupakan pintu masuk ke Eropa deal pertahanan jadi pelumas hubungan dagang RI ke Uni Eropa dan terutama ketika kita
[00:32:41] masuk ke bricks artinya kita setuju dengan dedolarisasi anda pikir kita akan didiamkan begitu saja tanpa dirusak dan dihancurkan untuk
[00:32:48] kita bisa kembali ke orang-orang yang ingin mengontrol kita you answer it oke nah sekarang kalau kita bicara kenapa oilnya
[00:32:55] ngambil dari Rusia bukan ke Amerika simpel karena kita dapat diskon 30% kalau waktu beli di Rusia dan kasus Selat
[00:33:02] Hormus kita butuh oil benar-benar kita butuh kalau enggak Pertamina enggak bisa kita ngambil dari Rusia ya dan ini merupakan
[00:33:09] hal yang tidak disukai of course padahal kita punya janji 15 miliar dolar kepada Amerika dan kita bisa dapat murah
[00:33:18] dari Rusia ya otomatis Pak Prabowo beli dong dari Rusia itu yang saya bilang kedaulatan negara kita kita berhak kita
[00:33:24] punya yang namanya doktrin politik luar negeri bebas aktif tak terikat blok manapun itu sejak awal negara ini berdiri maunya
[00:33:31] nonblok tetapi kenyataannya ya ini merupakan resiko yang harus ditanggung kalau kita mau independen so cara main elite global nih
[00:33:40] supaya Anda tahu ada enam satu negara kaya diincar sama dia sumber daya melimpah sistemnya lemah tapi mereka datang bukan
[00:33:46] untuk membantu tapi mereka menguasai ya diinvasi dengan hutang pinjaman sengaja dikasih dipaksa untuk mengambil pinjaman dengan secara tersembunyi begitu
[00:33:56] masuk kendali ekonomi langsung berpindah tangan ketiga diadu domba ciptakan perpecahan suku agama ras ideologi bangsa terpecah mudah dikendalikan udar
[00:34:06] kan 3,5 abad diadu domba sama VOC masih kurang ya itulah kenapa saya bilang jangan menghujat kalau kamu tidak bisa
[00:34:12] membuat perbaikan berdoa buat negara banyak yang komplain negara udah bobrok ngapain didoain ini loh kalian sedang diadu domba yang
[00:34:20] keempat dipecah secara politik intervensi politik dukung pihak tertentu jatuhkan pemimpin yang tidak sejalan impeachment dan seterusnya itu simpel itu
[00:34:28] kelakuan daripada elit global kapitalis menolak skema bisnis dihancurkan mata uangnya trustnya dihancurkan dan tarik investment keluar dibikin rush negara
[00:34:37] tersebut itu ketika skema bisnisnya ditolak dan yang terakhir udah pasti keos kudeta kalau di Venezuela culik ya kan kalau
[00:34:44] di Irak Sadamusinnya dibunuh simpel di Libya Muhammar Kaddafi dibantai juga ujung-ujungnya apa minyak nah bagaimana dengan Indonesia simptomnya market
[00:34:53] crash IASG para investor terjadi lagi seperti tahun 2008 akan dibikin financial crisis kehilangan kepercayaan kepada pemerintah dan kemudian rupiah
[00:35:04] dilemahkan sekarang all time low rupiah terus tertekan capai level terendah sepanjang sejarah walaupun ini enggak ekuivalen kalau ekivalen dengan
[00:35:11] matrik ekonomi tahun ’98 harusnya rupiah ini udah Rp50.000 sekarang ya kalau kita ekuivalenkan dengan matrix tahun 98 yang ketiga
[00:35:20] ditebarlah hoa tentang pemerintahan kita tahu dalam sat du minggu terakhir hoax-nya gila-gilaan nah ini yang keempat sosial media war
[00:35:28] perpecahan provokasi polarisasi di setiap platform kapan sih sekarang kita kalau ngelihat presiden bikin event apa tidak dihujat semuanya menghujat
[00:35:37] memang sekali lagi banyak hal-hal yang harus diperbaiki tetapi kalau kita lihat pattern-nya ada booser ada war yang sengaja dibuat
[00:35:45] polarisasi dan akhirnya keinginan besarnya adalah setelah 1 2 3 4 dibikinlah satu propaganda sel Indonesia capital outflow rush terjadi
[00:35:58] di negara kita berikutnya pasti ini Anda suka di mana lack of government akar masalah bila pemerintah absen kita sudah
[00:36:08] bahas ini adalah internal problem yang digunakan oleh para elit global untuk menghancurkan Indonesia pertanyaannya adalah kalau enggak mau dihancurkan
[00:36:16] ya berbenah saya setuju ada lima hal blunder wawancara pernyataan tanpa data bikin pasar dan publik panik setiap omongan yang
[00:36:26] dikeluarkan selalu terjadi hal-hal yang blunder di situ ini yang harus diperbaiki kedua tata kelola negara tidak holistik tidak bersinergi
[00:36:35] dan tidak ada integrasi antar kementerian ego sektoral diutamakan kerja sendiri-sendiri program tidak terhubung satu dengan yang lain hasilnya tidak
[00:36:43] kelihatan akhirnya apa masyarakat kehilangan kepercayaan masyarakat yang dirugikan oke berbelit-belit semuanya tidak ada kepastian hukum hukum tumpul ke atas
[00:36:52] tajam ke bawah investor akhirnya hilang kepercayaan dan ini sudah dibahas di mana-mana kasusnya Nadim kasusnya start up terlepas dari
[00:37:00] mereka benar salah tapi sudah jelas kasusnya Pak Tom Lembong akhirnya mendapatkan abolisi dari Presiden apa artinya something wrong dan
[00:37:09] Pak Prabowo sendiri menegur keras sistem hukum yang terjadi di Indonesia ini disorot oleh media-media asing dan menjadi alasan untuk
[00:37:18] ngerjain Indonesia karena Indonesia buka celah untuk dihajar atas kelemahannya yang keempat kita labil kebijakan aturan berubah-rubah ekonomi enggak bisa
[00:37:26] diandalkan kebijakan belum matang sudah diumumkan akhirnya berantakan semua padahal tujuannya baik iklim usaha dan industri yang buruk tetapi dibiarkan
[00:37:37] birokrasinya rumit biayanya tinggi ya kejahatan meraja rela ormas enggak bisa diberantas akhirnya orang pindah ke Vietnam untuk berinvestasi ini
[00:37:45] merupakan lack of GCG tidak adanya governance yang benar yang makin hari dipercaya oleh masyarakat makin tidak ada harapan dan
[00:37:55] hal ini dimanfaatkan untuk membuat Indonesia makin kacau menjadi sebuah punishment untuk negara kita yang coba-coba ingin independen sendiri nah
[00:38:05] menurut saya yang akan terjadi ke depan ini yang saya minta kita berdoa bersama dan jangan menebar hoa jangan menakut-nakuti
[00:38:13] masyarakat karena yang terjadi ke depan akan menggunakan cara ini satu ajakan sell off akan makin banyak mulai dari rupiah
[00:38:20] dari pasar saham dari obligasi kedua turunkan rating dari pemeringkat lain akan diturunkan lagi rating-rating Indonesia mudah-mudahan kita tidak lebih
[00:38:28] rendah dari triple B karena ini akan menjadi keos sekali kalau sampai kita di downowngrade lebih rendah daripada triple B
[00:38:34] jadi di sini ada Moodies ada SP500 ada FIT yang ke depannya kemungkinan akan nurunkan rating dan yang ketiga akan
[00:38:42] muncul provokasi demo besar-besaran untuk impeachment presiden pattern-nya sudah jelas dihajar dulu dari ekonomi dipecah dulu kepercayaan masyarakat pada pemerintah
[00:38:53] dihancurkan mata uangnya apalagi berikutnya dimulai rating turunkan supaya Indonesia gak bisa ngutang dan provokasi demo propaganda yang dilakukan persis
[00:39:05] seperti tahun ’98 didukung oleh tangan-tangan elit global yang terakhir solusi untuk pemerintah saatnya kita ambil kendali kita hidupkan Pancasila
[00:39:18] dan kita gunakan bambu runcing untuk mempertahankan kedaulatan negara kita yang pertama perbaiki komunikasi segera hire Menteri Penerangan atau juru
[00:39:26] bicara yang kompeten agar satu pintu di dalam memberikan penerangan satu suara satu narasi bangun kembali kepercayaan publik dan investor
[00:39:34] kedua segera holistic approach kementerian kerja bersama bukan jalan sendiri-sendiri jangan sampai ada ego sektoral sinergi total untuk hasil maksimal
[00:39:43] harus segera dijalankan ketiga tidak labil kebijakan kebijakan harus yang konsisten terukur berkelanjutan lakukan public hearing jangan serta-merta bikin kebijakan
[00:39:53] belum ditanda tangani dan sudah diumumkan market pengusaha pada susah dan akhirnya menjadi apatis pada negara keempat berikan tax holiday
[00:40:01] segera untuk para investor yang melakukan ekspor agar bisa kita mendapat keuntungan dari pelemahan rupiah yang kelima kurangi deal dengan
[00:40:10] Eropa yang bisa memperuncing pertikaian terhadap negara barat lainnya mungkin jika kita ada deal jangan dipublikasi terlebih dahulu karena kalau
[00:40:21] asumsi saya benar mungkin Bapak-bapak di pemerintahan akan lebih tahu daripada saya tetapi kalau model yang saya gambarkan ini benar
[00:40:28] maka kita harus segera mengurangi dan harus melakukan deal diplomasi dengan senyap yang keenam transparasi Dana tara ke investor buka
[00:40:37] data berikan kepastian bangun kepercayaan jangka panjang jangan sampai orang yang sudah pesimis makin tidak percaya lagi yang ketujuh perbaikan
[00:40:45] proses hukum jangan sampai krisis hukum di Indonesia karena kita sudah diambang krisis ekonomi krisis kepercayaan jika kita kena krisis
[00:40:52] hukum akan lebih fatal yang terakhir devisa hasil ekspor melalui dan antara sumber daya Indonesia harus dilaksanakan dengan benar jangan
[00:41:01] sampai orang-orang menjadi lack of trust dan mereka akhirnya sangat-sangat tidak mendukung lagi program-program negara delapan ini jika kita lakukan
[00:41:11] dengan benar saya percaya bambu runcing akan ditegakkan dan kita akan kuat menghadapi serangan asing so mari kita berdoa untuk
[00:41:19] bangsa kita stop ujaran kebencian stop menghujat negara dan menghujat presiden kritik boleh tetapi jangan menghina dan kita harus tahu
[00:41:28] tidak ada negara yang bisa kuat jika masyarakatnya tidak berjuang kita semua satu kapal kita semua yang suka negara ini
[00:41:38] atau yang benci sama negara ini satu kapal jika kapal ini tenggelam semuanya akan kena mari kita bersatu dan kita
[00:41:44] kibarkan merah putih tetap Pancasila dan kita berjuang untuk Indonesia tuhan memberkati
Daftar Sumber Primer untuk Verifikasi
- Badan Pusat Statistik — Ekonomi Indonesia Triwulan I-2026 Tumbuh 5,61 Persen (yoy)
- Badan Pusat Statistik — Inflasi Mei 2026 sebesar 3,08 persen (yoy)
- Bank Indonesia — Cadangan Devisa April 2026 sebesar US$146,2 miliar
- Bank Indonesia — Cadangan Devisa Mei 2026 sebesar US$144,9 miliar
- Bank Indonesia — BI-Rate 9 Juni 2026 sebesar 5,50 persen
- DJPPR Kementerian Keuangan — Dashboard utang pemerintah dan rasio utang terhadap PDB
- BRICS Brasil — Indonesia diumumkan sebagai anggota penuh BRICS pada 6 Januari 2025
- MSCI — Global Standard Indexes, May 12, 2026
- MSCI — Global Small Cap Indexes, May 12, 2026
- Bursa Efek Indonesia — Daily Statistics, 3 June 2026
- S. Bureau of Economic Analysis — Direct Investment by Country and Industry, 2024
- The Economist Group — Ownership, governance, and editorial independence
Tanggal akses dan penyusunan: 14 Juni 2026. Sumber dapat diperbarui atau direvisi oleh lembaga penerbit. Untuk keputusan resmi, gunakan versi terbaru dari lembaga yang berwenang.
Bersama
PT Jasa Laporan Keuangan
PT Jasa Konsultan Keuangan
PT BlockMoney BlockChain Indonesia
Jasa Accounting Service
“Selamat Datang di Masa Depan”
Smart Way to Accounting Solutions
Cara Cerdas untuk Akuntansi Solusi Bidang Usaha / jasa: –
AKUNTANSI Melayani
– Peningkatan Profit Bisnis (Layanan Peningkatan Profit Bisnis)
– Pemeriksaan Pengelolaan (Manajemen Keuangan Dan Akuntansi, Uji Tuntas)
– KONSULTAN pajak(PAJAKKonsultan)
– Studi Kelayakan (Studi Kelayakan)
– Proposal Proyek / Media Pembiayaan
– Pembuatan PERUSAHAAN Baru
– Jasa Digital PEMASARAN(DIMA)
– Jasa Digital EKOSISTEM(DEKO)
– Jasa Digital EKONOMI(DEMI)
– 10 Peta Uang BLOCKCHAIN
Hubungi: Widi Prihartanadi / Tuti Alawiyah : 0877 0070 0705 / 0811 808 5705 Email: headoffice@jasakonsultankeuangan.co.id
cc: jasakonsultankeuanganindonesia@gmail.com
jasakonsultankeuangan.co.id
Situs web :
https://blockmoney.co.id/
https://jasakonsultankeuangan.co.id/
https://sumberrayadatasolusi.co.id/
https://jasakonsultankeuangan.com/
https://jejaringlayanankeuangan.co.id/
https://skkpindotama.co.id/
https://mmpn.co.id/
marineconstruction.co.id
PT JASA KONSULTAN KEUANGAN INDONESIA
https://share.google/M8r6zSr1bYax6bUEj
https://g.page/jasa-konsultan-keuangan-jakarta?share
Media sosial:
https://youtube.com/@jasakonsultankeuangan2387
https://www.instagram.com/p/B5RzPj4pVSi/?igshid=vsx6b77vc8wn/
https://twitter.com/pt_jkk/status/1211898507809808385?s=21
https://www.facebook.com/JasaKonsultanKeuanganIndonesia
https://linkedin.com/in/jasa-konsultan-keuangan-76b21310b
DigitalEKOSISTEM (DEKO) Web KOMUNITAS (WebKom) PT JKK DIGITAL: Platform komunitas korporat BLOCKCHAIN industri keuangan
#JasaKonsultanKeuangan #BlockMoney #jasalaporankeuangan #jasakonsultanpajak #jasamarketingdigital #JejaringLayananKeuanganIndonesia #jkkinspirasi #jkkmotivasi #jkkdigital #jkkgroup
#sumberrayadatasolusi #satuankomandokesejahteraanprajuritindotama
#blockmoneyindonesia #marinecontruction #mitramajuperkasanusantara #jualtanahdanbangunan #jasakonsultankeuangandigital #sinergisistemdansolusi #Accountingservice #Tax#Audit#pajak #PPN


