Categories: Article

Ada 4 Strategi Pokok dalam Reformasi Perpajakan, Apa Saja?

MALANG, DDTCNews – Reformasi perpajakan perlu dilakukan guna mendorong pertumbuhan ekonomi. Kebijakan ini bermuara pada peningkatan kesejahteraan rakyat.

Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Perumusan Kebijakan Fiskal Regional, Candra Fajri Ananda, mengatakan reformasi perpajakan merupakan jurus pemerintah untuk membangun sistem perpajakan yang lebih adil sehat, efektif, dan akuntabel.

“Reformasi perpajakan dilakukan tidak hanya secara administrasi tetapi juga dari sisi kebijakan. Reformasi ini diharapkan akan meningkatkan kepatuhan dan pengumpulan pajak sehingga mengurangi tax gap,” ujar Candra, Selasa (31/8/2021).

Reformasi pajak, sambung Candra, juga diperlukan untuk memperbaiki fundamental perpajakan. Langkah ini diambil pemerintah demi meningkatkan tax ratio dan memperbaiki tingkat variabel pembayar pajak Indonesia yang relatif rendah.

Candra menguraikan setidaknya ada 4 pokok strategi reformasi kebijakan perpajakan. Pokok strategi itu meliputi perluasan basis pajak, program peningkatan kepatuhan wajib pajak, penerapan keadilan dan kesetaraan bagi wajib pajak, dan penguatan administrasi perpajakan.

Dalam webinar bertajuk Reformasi Pajak Pasca Pandemi Sebagai Upaya Mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional ini, Candra juga menyatakan reformasi perpajakan yang tepat berpotensi meningkatkan penerimaan negara. Peningkatan penerimaan ini diperlukan utamanya untuk membiayai pemulihan ekonomi dan kesehatan yang tengah dilakukan pemerintah.

“Kalau kita tidak melakukan perubahan, pendapatan kita akan segini-segini terus. Namun, pengelolaan perpajakan bukan hanya perkara uang tetapi juga masalah kepercayaan dan tujuan lain,” ujarnya.

Candra menambahkan bahwa pemulihan ekonomi bergantung pada penanganan kesehatan, termasuk tingkat vaksinasi. Menurutnya, negara yang memiliki akses dan tingkat vaksinasi tinggi pemulihan ekonominya bisa berlangsung lebih cepat.

Selain akselerasi vaksinasi, Candra mengatakan, pemberian insentif dan relaksasi bagi dunia usaha juga perlu dilakukan untuk memperbaiki siklus supply and demand yang terdampak Covid-19. Menurutnya, langkah pemerintah sudah tepat dengan memberikan relaksasi demi memperbaiki daya beli masyarakat.

“Kunci pemulihan ekonomi, kita memahaminya bagaimana memulihkan daya beli. Jadi ada relaksasi untuk mendorong daya beli seperti BLT [Bantuan Langsung Tunai]. Di sisi supply industri, produksinya juga harus jalan jadi diberi fasilitas. Untuk membiayai semua ini perlu penerimaan dari pajak,” terang Candra.

Dalam acara yang sama, Guru Besar Bidang Ekonomi Pembangunan FE UM Imam Mukhlis juga menyampaikan paparan berjudul Kesadaran Pajak dan Generasi Milenial. Imam menekankan pentingnya edukasi perpajakan bagi generasi muda. Menurutnya, edukasi ampuh meningkatkan tingkat moralitas pajak dan literasi pajak.

“Kemandirian pembangunan sangat dipengaruhi penerimaan pajak. Untuk itu, penting membangun pemahaman bagi generasi muda untuk melihat pajak sebagai sesuatu yang harus dilakukan secara sukarela,” ujar Imam.

Generasi muda seperti mahasiswa dianggap punya peran sebagai knowledge transfer agent di bidang perpajakan. Untuk itu, Imam menyatakan pentingnya membekali pengetahuan perpajakan bagi mahasiswa.

Webinar kali ini digelar oleh Tax Lover Community (TLC) dan Tax Center Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Negeri Malang (UM). Webinar ini diselenggarakan bersamaan dengan penandatanganan nota kesepahaman antara DDTC dan FE UM. Simak Universitas Negeri Malang Teken Kerja Sama Pendidikan dengan DDTC. (sap)

Sumber:https://news.ddtc.co.id/ada-4-strategi-pokok-dalam-reformasi-perpajakan-apa-saja-32448

“Selamat datang di Masa Depan”

 

PT. Jasa Laporan Keuangan Indonesia

 

Bidang Usaha / jasa :

– Accounting Service

– Peningkatan Profit Bisnis (Increased Profit Business Service)

– Pemeriksaan Pengelolaan (Management Keuangan Dan Akuntansi, Due Diligent)

– Konsultan Pajak (Tax Consultant)

– Studi Kelayakan (Feasibility Study)

– Projek Proposal / Media Pembiayaan

– Pembuatan Perusahaan Baru

– Jasa Digital Marketing (DIMA)

– Jasa Digital Ekosistem (DEKO)

– Jasa Digital Ekonomi (DEMI)

– 10 Peta Uang Blockchain

 

Hubungi wendy via jonata : 0877 0070 0705

 

Email:

headoffice@jasakonsultankeuangan.co.id

cc:

jasakonsultankeuanganindonesia@gmail.com

 

WebSite :

www.JasaLaporanKeuangan.co.id

http://linkedin.com/in/jasa-konsultan-keuangan-76b21310b

 

Digital Ekosistem (DEKO) Web Komunitas (WebKom) PT JKK Digital :

Platform komunitas corporate blockchain industri keuangan

 

http://BlockMoney.ID

Share This :
Widi Prihartanadi

Recent Posts

Mulai Usaha Modal Kecil 2026: Memanfaatkan Aset Non-Tunai, Uji Coba Bertahap, dan Pola Laba 70-20-10 By PT Jasa Konsultan Keuangan

Panduan memulai usaha dengan modal kecil di 2026: memanfaatkan aset non-tunai, menjalankan uji coba bertahap,…

5 hours ago

Ketahanan Pangan 2026: Membaca Harga Pangan lewat Anggaran, HPP, dan Arus Kas By PT Jasa Konsultan Keuangan

Harga pangan bergejolak dikelola lewat anggaran, HPP per porsi, dan arus kas yang tertib bersama…

10 hours ago

Perputaran Uang Usaha 2026: Margin Tipis, Putaran Cepat, dan Arus Kas Terjaga By PT Jasa Konsultan Keuangan

Cara memutar uang usaha dengan margin wajar, perputaran cepat, dan arus kas terjaga bersama Jasa…

1 day ago

Katalog 1.000 + Headline Keyword Komersial Organik (Auto Generator) Jasa Laporan Keuangan

Katalog 1.000 + Headline Keyword Komersial Organik (Auto Generator) Jasa Laporan Keuangan Headline Ahli Konsultan…

6 days ago

Legalitas PT dan Yayasan 2026: Pengumuman BNRI–TBNRI Kini Terintegrasi Secara Elektronik By PT Jasa Konsultan Keuangan

Legalitas PT dan Yayasan 2026: Pengumuman BNRI–TBNRI Kini Terintegrasi Secara Elektronik By PT Jasa Konsultan…

1 week ago

RUPST 2026 dan Jasa Accounting Service: Panduan Kepatuhan Laporan Tahunan PT agar Akses SABH Tetap Aman By PT Jasa Konsultan Keuangan

RUPST 2026 dan Jasa Accounting Service: Panduan Kepatuhan Laporan Tahunan PT agar Akses SABH Tetap…

2 weeks ago